Tradisi Ruwatan di Tengah Modernitas, Menjaga Nilai Budaya dan Spiritualitas
- 13 Apr 2026 16:00 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Tradisi ruwatan kembali menjadi perbincangan dalam siaran lintas daerah RRI yang dipandu oleh Semi Prabowo dari Yogyakarta dan Mariana Suhendi dari Jakarta. Dalam program tersebut, budayawan Jawa Ki Saparjan menjelaskan bahwa ruwatan merupakan tradisi turun-temurun yang bertujuan sebagai proses penyucian atau pembersihan, baik untuk individu, lingkungan, maupun alam secara luas. Tradisi ini tidak hanya ditemukan di Jawa, tetapi juga hadir di berbagai daerah di Indonesia dengan bentuk dan istilah yang berbeda.
Menurut Ki Saparjan, ruwatan terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya ruwatan murwakolo untuk penyucian diri, ruwatan makukuhan yang berkaitan dengan benda atau lingkungan, serta ruwatan massal yang dilakukan secara bersama-sama. Ia menegaskan bahwa tradisi ini memiliki makna mendalam yang berkaitan dengan keseimbangan hidup. “Ruwatan itu proses pembersihan atau penyucian, baik diri, lingkungan, maupun alam secara umum,” ujarnya dalam siaran suara budaya nusantara, Senin, 13 April 2026.
Di tengah perkembangan zaman, pelaksanaan ruwatan menghadapi tantangan, terutama dari sisi pemahaman generasi muda yang mulai berkurang. Banyak proses yang kini disederhanakan, bahkan tidak jarang hanya meniru tanpa memahami makna sebenarnya. Ki Saparjan mengingatkan bahwa hal tersebut dapat menggeser nilai inti dari tradisi. “Budaya itu tidak instan, ada proses cipta, rasa, dan karsa yang harus dijaga,” katanya.
Meski demikian, ruwatan tetap memiliki relevansi di era modern, baik dari sisi sosial maupun ekonomi. Dalam pelaksanaannya, ruwatan sering melibatkan berbagai elemen masyarakat, seperti pagelaran seni hingga aktivitas ekonomi warga sekitar. Selain mempererat kebersamaan, kegiatan ini juga menjadi ruang pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi lokal.
Melalui pemahaman yang tepat dan pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman, tradisi ruwatan diharapkan tetap lestari. Ki Saparjan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara budaya dan kehidupan modern tanpa saling meniadakan. Dengan begitu, ruwatan tidak hanya dipandang sebagai ritual, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya dan solusi spiritual masyarakat di tengah arus modernitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....