Diplomasi Budaya Sambut Seabad Jam Gadang
- 31 Mar 2026 21:54 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pertemuan strategis yang difasilitasi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menghadirkan sinergi penting antara pemerintah pusat, daerah, dan mitra internasional dalam menyambut peringatan 100 tahun Jam Gadang. Acara yang berlangsung di Rumah Makan Natrabu ini menjadi momentum diplomasi budaya yang memperkuat posisi Bukittinggi sebagai pusat sejarah dan literasi Minangkabau.
Sekretaris Jenderal Kemlu, Deni Abdi, memfasilitasi pertemuan antara Pemerintah Kota Bukittinggi dan panitia International Minangkabau Literacy Festival ke-4 dengan para perwakilan diplomatik dari Eropa. Hadir dalam kesempatan tersebut Dirjen Amerika dan Eropa Grata Wredaningtyas, serta perwakilan diplomatik dari Belanda, Jerman, dan Inggris.
Agenda utama pertemuan ini adalah mengundang partisipasi aktif para pembicara internasional dalam seminar bertema Jam Gadang yang akan digelar pada Juni 2026. Seminar ini menjadi bagian penting dari rangkaian IMLF-4 yang mengusung literasi lintas bidang, sekaligus memperingati satu abad berdirinya ikon kota Bukittinggi tersebut.
Dalam diskusi, Grata Wredaningtyas mengungkapkan ketertarikannya pada sejarah Jam Gadang. Ia bahkan mengaku menelusuri berbagai referensi sebelum pertemuan berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa Jam Gadang bukan sekadar bangunan bersejarah, tetapi juga simbol yang memiliki daya tarik global.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menegaskan pentingnya momentum ini untuk memperkuat sektor pariwisata daerah. Ia menyoroti nilai historis Jam Gadang yang dibangun pada masa kolonial Belanda, mengalami perubahan pada masa Jepang, hingga menjadi simbol kebanggaan Indonesia setelah kemerdekaan.
Sementara itu, Ketua IMLF-4, Sastri Bakry, menjelaskan bahwa festival ini akan berlangsung pada 3–7 Juni 2026. Ia menekankan bahwa seminar internasional tentang Jam Gadang akan mengupas berbagai perspektif—sejarah, budaya, hingga literasi—dengan melibatkan delegasi dari berbagai negara.
Dukungan para duta besar, termasuk dari Belanda dan Jerman yang memiliki keterkaitan historis dengan Jam Gadang, menjadi nilai tambah tersendiri. Tidak hanya memperkuat legitimasi acara, tetapi juga membuka peluang kerja sama budaya yang lebih luas di masa depan.
Pertemuan ditutup dengan penyerahan miniatur Jam Gadang sebagai simbol persahabatan dan apresiasi. Deni Abdi berharap seluruh pihak dapat mempersiapkan acara ini secara maksimal, termasuk menjaga kenyamanan, kebersihan, dan keamanan bagi para delegasi. Dengan demikian, perayaan satu abad Jam Gadang diharapkan menjadi panggung internasional yang mengangkat citra Bukittinggi dan Indonesia di mata dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....