Halal Bihalal Perkuat Silaturahmi di Bumi Maluku Utara

  • 30 Mar 2026 19:19 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID - Jakarta: Tradisi halal bihalal menjadi topik utama dalam siaran Suara Budaya Nusantara edisi Jumat, 27 Maret 2026. Acara kolaborasi antara RRI Ternate dan RRI Jakarta ini membahas cara menghidupkan kembali tradisi lama untuk mempererat hubungan antarmasyarakat.

Lewat siaran ini, pendengar diajak memahami pentingnya menjaga kerukunan sosial di tengah perubahan zaman yang serba digital. Tradisi lokal seperti "tambaru" di Maluku Utara menjadi contoh nyata bagaimana silaturahmi tetap dijaga dengan baik oleh warga setempat.

"Halal bihalal ini adalah sarana untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan menjaga hubungan baik antar sesama, sehingga tercipta kehidupan yang damai dan penuh kasih sayang," ujar Hj. Masni BSA, S.H., MM, selaku Ketua PW BKMT Provinsi Maluku Utara.

Ia menjelaskan bahwa momen ini sangat penting untuk memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang di kehidupan sehari-hari. Menurutnya, tradisi ini adalah bagian penting dari hubungan antarmanusia yang harus selalu dijaga demi persatuan.

Nilai spiritual dan sosial dalam halal bihalal dianggapnya jauh lebih dalam daripada sekadar acara kumpul-kumpul biasa. "Mari kita jauhkan ego, saling memaafkan, dan menjaga kebersamaan, agar kita bisa menciptakan masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera di era modern ini,” ucapnya

Beliau menekankan bahwa perkembangan teknologi jangan sampai menghilangkan esensi dari pertemuan langsung dan ketulusan dalam bersilaturahmi. Meskipun saat ini orang bisa berinteraksi lewat gadget, menurutnya rasa saling menghargai tetap harus ditumbuhkan melalui kehadiran fisik.

Pesan ini menjadi ajakan bagi masyarakat untuk tetap mengutamakan kebersamaan di atas kepentingan pribadi atau ego masing-masing.

Siaran yang dipandu oleh Ahmad Ramalan dari RRI Ternate dan Jo Adithya dari RRI Jakarta ini berjalan dengan sangat interaktif. Keduanya berhasil menggali informasi mengenai tradisi halal bihalal di Indonesia yang sudah ada sejak era tahun 1940-an silam.

Pentingnya menjaga tradisi ini terus ditekankan agar generasi muda tidak lupa akan akar budaya bangsanya sendiri. Melalui frekuensi radio, pesan tentang perdamaian dan kerukunan ini diharapkan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara luas.

Dengan adanya diskusi ini, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadikan halal bihalal sebagai agenda tahunan setelah Lebaran saja. Esensi dari saling memaafkan harus bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar tercipta lingkungan yang harmonis dan nyaman.

Halal bihalal menjadi fondasi yang kuat untuk membangun persatuan nasional mulai dari tingkat daerah hingga ke pusat. Semoga nilai-nilai baik dari Maluku Utara ini dapat terus hidup dan dipraktikkan oleh seluruh masyarakat Nusantara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....