LAM Riau Ingatkan Pentingnya Kaidah Adat yang Jadi Identitas Budaya

  • 26 Mar 2026 16:17 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta: Perkembangan tren rias pengantin dan busana pernikahan daerah kini semakin beragam dan modern. Namun perubahan tersebut dinilai mulai menjauh dari kaidah adat yang selama ini menjadi identitas budaya. Hal ini menjadi sorotan dalam program Siaran Berjaringan Suara Budaya Nusantara yang disiarkan RRI Pro 4 , Kamis (26/3/2026).

Program yang merupakan kolaborasi RRI Pekanbaru dan RRI Jakarta itu mengangkat tema “Adat Pernikahan Daerah Pekanbaru – Riau”. Menghadirkan narasumber Syamsiah Bakar, Ketua Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak LAM Kota Pekanbaru sekaligus Ketua Ikatan Mak Andam Riau.

Dalam dialog tersebut, Syamsiah Bakar menyoroti fenomena perubahan pada makeup dan busana pengantin adat Melayu Riau yang kini banyak dimodifikasi mengikuti tren modern. Menurutnya, inovasi memang tidak bisa dihindari, ,namun seharusnya tetap mengacu pada kaidah dan nilai-nilai adat yang berlaku.

Ia menjelaskan bahwa dalam tradisi Melayu, setiap unsur riasan dan busana pengantin memiliki makna simbolik yang dulu berkaitan dengan nilai kesopanan, kehormatan keluarga, serta identitas budaya daerah.

“Sekarang banyak makeup dan busana pengantin yang sudah berubah jauh dari pakem adat. Padahal dalam adat Melayu ada aturan dan filosofi yang harus dijaga,” ujarnya.

Syamsiah juga menambahkan bahwa para Mak Andam, yakni perias pengantin tradisional Melayu, memiliki peran penting dalam menjaga keaslian adat pernikahan. Karena itu, para perias diharapkan tetap memahami dan menerapkan kaidah adat meskipun melakukan inovasi dalam riasan.

Menurutnya, inovasi dalam dunia tata rias memang diperlukan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Namun inovasi tersebut tidak seharusnya menghilangkan identitas budaya yang menjadi ciri khas pernikahan adat Melayu.

Melalui Dialog ini Syamsiah berharap masyarakat, khususnya generasi muda dan para perias pengantin, dapat lebih memahami nilai-nilai adat dalam prosesi pernikahan Melayu Riau.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga warisan budaya agar tetap lestari dan tidak kehilangan makna di tengah arus modernisasi.

Program Suara Budaya Nusantara dipandu oleh Fajriah Hidayati dari RRI Pekanbaru dan Nova Calysta dari RRI Jakarta. Dialog budaya ini menjadi ruang diskusi untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan tradisi Nusantara kepada masyarakat luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....