Pemprov DKI Jadikan Setu Babakan Sebagai Pusat Kebudayaan Betawi

  • 25 Mar 2026 15:17 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen akan menjadikan Setu Babakan, di Jagakarsa, Jakarta Selatan, sebagai pusat kebudayaan Betawi yang representatif di ibu kota. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas lokal, sekaligus mendorong sektor pariwisata berbasis budaya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan hal tersebut merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya Betawi yang selama ini menjadi akar sejarah dan identitas masyarakat Jakarta. Ia menilai Setu Babakan memiliki potensi besar karena sudah dikenal sebagai kawasan perkampungan budaya Betawi yang aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan seni dan tradisi.

“Dalam pengembangannya, Pemprov DKI akan memperkuat fungsi Setu Babakan tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan aktivitas kebudayaan. Berbagai program akan disiapkan, mulai dari pelatihan seni tradisional, pertunjukan rutin, hingga pengembangan kuliner khas Betawi,” kata Rano, di Jakarta, Rabu, 25 Maret 2026.

Lebih lanjut Rano menjelaskan bahwa pihaknya berencana menggandeng komunitas budaya dan pelaku seni Betawi agar pengembangan kawasan ini tetap berbasis kearifan lokal. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menjaga keaslian budaya sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam pelestarian tradisi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mochammad Miftahulloh Tammary mengatakan pihaknya akan merumuskan konsep pembangunan kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan dengan melibatkan berbagai instansi. Konsep pembangunan tersebut akan dirumuskan setelah melakukan belanja persoalan di kawasan tersebut.

"Intinya adalah kepada belanja masalah dulu dari OPD-OPD. Di sini bukan cuma Kebudayaan, ada SDA, Bina Marga, Perhubungan, Perumahan dan Dinas Pendidikan Pendidikan DKI Jakarta," katanya.

Diungkapkan Miftah, berbagai persoalan yang telah dipetakan dalam belanja masalah tersebut, seperti konstruksi jalan, sistem pengairan dan UMKM, serta peran aktif masyarakat dalam mendukung kepariwisataan kawasan. Diharapkannya, konsep atau grand design pengembangan ke depannya dapat membuat Setu Babakan lebih menarik masyarakat untuk berkunjung.

"Tujuannya supaya bisa lebih tertata dan bisa menarik banyak pengunjung," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....