Sejarah Diplomasi dan Perbudakan di Sumatera Timur
- 17 Mar 2026 20:54 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Program Studi Ilmu Sejarah Universitas Sumatera Utara akan menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah I pada 27 Maret 2026 mendatang. Acara ini mengangkat tema besar "Diplomasi, Perbudakan, dan Perkebunan: Studi Perbandingan di Amerika dan Sumatera Timur". Melalui platform Zoom, seminar ini bertujuan membedah keterkaitan sejarah perkebunan besar dengan sistem perbudakan yang pernah terjadi. Diskusi ilmiah ini akan berlangsung selama tiga jam, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
Warjio, Ph.D., pakar pembangunan dari USU, hadir sebagai narasumber pertama untuk membahas dinamika sosial di wilayah perkebunan. Dalam sebuah diskusi akademik mengenai sejarah agraria pada 12 Februari 2025, ia menekankan bahwa sistem perkebunan masa lalu seringkali meninggalkan jejak ketidakadilan yang mendalam. "Sistem kontrak di perkebunan Sumatera Timur pada masa kolonial memiliki kemiripan struktur dengan praktik perbudakan di belahan dunia lain," ujar Warjio. Hal ini menjadi titik awal penting untuk memahami sejarah panjang buruh perkebunan di Indonesia.
Selain itu, Prof. Drs. Suprayitno, M.Hum., Ph.D., akan memperkaya pembahasan melalui perspektif sejarah komparatif. Beliau dikenal melalui berbagai risetnya, salah satunya jurnal ilmiah berjudul Ekonomi Perkebunan dan Dinamika Sosial di Sumatera Timur. "Sejarah perkebunan bukan hanya soal komoditas, melainkan tentang diplomasi kekuasaan yang mengatur arus tenaga kerja secara masif," jelas Prof. Suprayitno dalam catatan risetnya. Pengetahuan beliau sangat krusial untuk membandingkan fenomena perkebunan di Amerika dengan konteks lokal di Sumatera Timur.
Acara ini akan diawali dengan sambutan dari Dekan FIB USU, Prof. Dr. Dra. T. Thyrhaya Zein, M.A., serta Dra. Lila Pelita Hati, M.Si. Turut memberikan pengantar adalah Prof. Dr. Agus Mulyana selaku Direktur Sejarah dan Perumusan Kemendikbud RI sekaligus Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia. Selain Warjio dan Suprayitno, narasumber lain seperti Dr. Edi Sumarno dan M. Azis Rizky Lubis juga akan memberikan pandangan mendalam. Jalannya seminar akan dipandu oleh moderator Hendri Delimunthe, S.Pd., M.A.
Pendaftaran peserta sudah dibuka bagi publik melalui tautan resmi atau pemindaian kode QR yang tertera pada poster. Panitia menyiapkan narahubung melalui Kerin untuk memfasilitasi informasi teknis terkait jalannya seminar daring ini. Seminar ini diharapkan mampu membuka cakrawala baru bagi mahasiswa dan praktisi sejarah mengenai pentingnya riset komparatif. Dengan memahami masa lalu, diharapkan masyarakat dapat lebih kritis dalam melihat perkembangan industri perkebunan di masa kini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....