Pramono Ajak Warga Jaga Keharmonisan jelang Nyepi-Idul Fitri

  • 15 Mar 2026 10:57 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, JAKARTA – Menjelang Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Gubernur DKI Jakarta turut hadir dalam rangkaian upacara Melasti yang digelar di ibu kota. Kehadirannya tersebut merupakan wujud dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memastikan kelancaran dan kekhidmatan ibadah umat Hindu di Jakarta.

Dalam sambutannya, Gubernur DKI Jakarta yang hadir didampingi sang istri beserta Wakil Menteri (Wamen), menyampaikan pesan mendalam mengenai makna upacara Melasti sekaligus menyerukan pentingnya menjaga toleransi beragama di Jakarta.

"Kehadiran kita untuk memastikan umat Hindu di Jakarta dapat menjalankan ibadahnya dengan baik, tertib, khidmat, dan penuh dengan sukacita," ujar Pramono.

Lebih lanjut, ia menjabarkan makna filosofis dari upacara Melasti. Menurutnya, ritual ini bukan sekadar tradisi, melainkan proses penyucian diri secara lahir dan batin yang relevan bagi kehidupan bermasyarakat.

"Melasti mengajarkan kepada kita semua untuk melakukan penyucian diri lahir dan batin, menenangkan pikiran, serta menata hati agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih bijaksana dan tentram. Nilai ini juga mengingatkan kita untuk hidup selaras dengan alam dan sesama," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyoroti momentum istimewa pada tahun ini, di mana perayaan Hari Suci Nyepi berdekatan dengan jatuhnya Hari Raya Idul Fitri. Ia memandang hal ini sebagai momen penting bagi umat Hindu dan umat Islam untuk saling menghormati perayaan besar masing-masing.

"Dua perayaan besar ini memiliki makna (penting) bagi umat Hindu dan juga bagi umat Islam. Mudah-mudahan perayaan Nyepi maupun perayaan Idul Fitri dapat berlangsung dengan baik," ungkapnya.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat di ibu kota untuk terus merawat kerukunan dan keberagaman yang telah terbangun dengan baik.

"Saya mengajak kepada seluruh masyarakat dan umat yang ada di Jakarta untuk bersama-sama menjaga keharmonisan, toleransi, keberagaman, dan tetap menjaga Jakarta aman, damai, serta kondusif. Selamat menjalankan upacara Melasti dan semoga Catur Brata Penyepian dapat dijalankan dengan baik, membawa kedamaian serta kesucian bagi kita semua," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....