Kolektif Hysteria, Gelar Diskusi "Meditasi #4" Secara Daring

  • 03 Mar 2026 22:23 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Konflik agraria yang berkepanjangan di kawasan Rawa Pening, Jawa Tengah, akan menjadi fokus utama dalam diskusi daring bertajuk Meditasi #4.

Acara yang diinisiasi oleh Kolektif Hysteria ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 9 Maret 2026, mulai pukul 20.15 WIB. Forum ini hadir untuk membedah tesis karya Muchamad Fatah Akrom yang menyoroti gerakan sosial masyarakat lokal melawan ketidakadilan ekologis.

Diskusi ini akan mengupas tuntas dinamika perlawanan petani dan nelayan yang muncul secara bertahap sejak tahun 2020 sebagai respons atas kebijakan revitalisasi. Muchamad Fatah Akrom, selaku penulis penelitian, akan memaparkan bagaimana kelompok tani di sekitar rawa bersatu mempertahankan ruang hidup mereka. "Gerakan perlawanan ini adalah bentuk nyata dari kegelisahan warga atas konflik agraria yang akarnya sudah terlihat sejak dekade sebelumnya," ungkap Fatah dalam paparan singkatnya.

Dosen Sejarah Universitas Diponegoro (Undip), Olga S. Pratama, akan hadir sebagai pembahas utama untuk memberikan perspektif akademis yang tajam mengenai latar belakang historis konflik tersebut. Beliau akan membedah bagaimana sejarah panjang sengketa tanah dari tahun 1936 hingga 2010 memicu resistensi masyarakat di masa modern. Menurutnya, memahami masa lalu adalah kunci untuk melihat pola kebijakan yang sering kali mengabaikan hak-hak tradisional nelayan setempat.

Selain perspektif sejarah, Anita Dewi dari Kolektif Hysteria juga akan memberikan tanggapan mengenai dampak sosial dari gerakan perlawanan ini bagi komunitas lokal. Forum ini didesain agar tetap santai namun serius dalam membedah data-data riset yang krusial bagi publik. Elfa Fadilah akan memandu jalannya diskusi sebagai moderator untuk memastikan poin-poin penting mengenai etika republik dan hak agraria tersampaikan dengan baik.

Acara yang berlokasi di Grobak Art Kos, Semarang ini sangat eksklusif karena hanya membuka pendaftaran untuk sepuluh orang peserta luring. Hal ini dilakukan agar proses bedah tesis bisa berjalan lebih mendalam dan interaktif antara narasumber dengan para audiens. Bagi Anda yang peduli pada isu lingkungan dan kemanusiaan, diskusi ini adalah kesempatan emas untuk belajar langsung dari hasil penelitian lapangan yang autentik.

Melalui forum Meditasi #4, diharapkan muncul kesadaran kolektif untuk lebih peduli pada nasib petani dan nelayan di berbagai penjuru nusantara. Perjuangan warga Rawa Pening adalah cerminan dari banyak konflik agraria lain yang membutuhkan solusi berkeadilan dan transparan. Jangan sampai ketinggalan untuk menjadi saksi dari pemaparan data sejarah dan gerakan sosial yang inspiratif ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....