Berbagi Kasih di Bulan Suci Ramadhan Bersama Komunitas Papeling

  • 28 Feb 2026 14:40 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID.Jakarta: Berbagi kasih di bulan suci Ramadhan kembali ditegaskan sebagai napas utama gerakan sosial Komunitas Papeling. Hal itu disampaikan langsung oleh Joni, Ketua Papeling Korwil Jakarta Utara, saat hadir di Studio Seni Jawa RRI Jakarta dalam program Apresiasi Budaya Banyumasan Pro 4 RRI Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Dalam perbincangan hangat bersama host Dermawan Ismail dan Kang Jori Guplak, Joni menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar momentum ibadah personal, melainkan juga ruang memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat perkotaan yang dinamis.

Menurut Joni, kegiatan “Berbagi Kasih” yang digelar Papeling setiap Ramadhan telah menjadi agenda rutin tahunan yang terus berkembang. Tahun ini, Papeling Korwil Jakarta Utara menyalurkan santunan kepada anak yatim, membagikan paket sembako kepada warga prasejahtera, serta menggelar buka puasa bersama yang melibatkan relawan lintas usia.

Ia menuturkan bahwa gerakan ini lahir dari semangat gotong royong dan kepedulian, nilai yang juga menjadi bagian dari kultur Banyumasan yang kental dengan rasa kebersamaan.

Di hadapan pendengar Pro 4 RRI Jakarta, Joni menjelaskan bahwa Papeling tidak hanya fokus pada bantuan materi, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.

“Kami ingin hadir bukan hanya memberi, tetapi membersamai. Kadang yang dibutuhkan bukan sekadar sembako, melainkan perhatian dan rasa dihargai,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa para relawan Papeling terjun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus menjalin komunikasi yang hangat dengan warga penerima manfaat.

Host Dermawan Ismail dan Kang Jori Guplak pun menggali lebih jauh makna gerakan sosial tersebut dalam konteks budaya. Joni menilai, semangat berbagi di bulan Ramadhan selaras dengan nilai unggah-ungguh, andhap asor, dan rasa tepa selira yang hidup dalam tradisi masyarakat Jawa dan Banyumasan.

Ia berharap, kegiatan sosial seperti ini tidak hanya berhenti pada seremoni tahunan, melainkan menjadi kebiasaan kolektif yang terus tumbuh sepanjang tahun.

Dalam kesempatan itu, Joni juga mengajak masyarakat, khususnya warga Jakarta Utara, untuk tidak ragu terlibat dalam kegiatan sosial. Ia membuka ruang kolaborasi bagi siapa saja yang ingin berdonasi maupun menjadi relawan. Menurutnya, kekuatan komunitas terletak pada partisipasi bersama.

“Semakin banyak yang tergerak, semakin luas pula manfaat yang bisa kita hadirkan,” tuturnya optimistis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....