Borobudur Jadi Sekolah Kehidupan: Merajut Kebangsaan lewat Spiritualitas
- 26 Feb 2026 20:44 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Candi Borobudur ternyata bukan sekadar tumpukan batu megah peninggalan masa lalu, melainkan sebuah perpustakaan nilai yang sangat dalam.
Melalui tajuk "Obrolan Mirunggan" publik kembali diajak untuk melihat warisan spiritual universal yang ada di candi ini. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan 24 tahun gerakan Ruwat Rawat Borobudur yang konsisten menjaga kelestarian budaya.
Diskusi ini akan mengupas tuntas peran Borobudur sebagai kompas kehidupan di tengah keberagaman modern. "Borobudur adalah sekolah kehidupan yang mengajarkan kita cara merawat spiritualitas sekaligus merajut kebangsaan," ujar Novita Siswayanti, MA, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dikutip, Kamis 26 Februari 2026.
Novita menekankan, bahwa kearifan lintas budaya ini sangat relevan untuk dipahami oleh semua generasi agar nilai-nilai luhur Nusantara tidak hilang ditelan zaman.
Novita Siswayanti, MA, juga menjelaskan bahwa sejarah panjang Nusantara dari era Kapitayan hingga Islam meninggalkan jejak spiritual yang menyatu di Borobudur. "Kita perlu menerapkan nilai-nilai ini sebagai inspirasi harian, apalagi saat ini kita berada dalam suasana Ramadan yang penuh berkah," tambahnya. Dialog ini diharapkan mampu membuka mata peserta bahwa Borobudur milik semua agama dan budaya yang ada di Indonesia.
Selain dari pihak BRIN, acara ini juga diramaikan oleh tokoh-tokoh inspiratif lainnya seperti seniman Prof. Dr. Agus Purwanto MSn dan pemerhati budaya Ki Mandala Bhumi Manggir. Ada juga Ibu Angelina Sondakh dan Sucoro Setrodiharjo yang akan membagikan perspektif mereka mengenai kearifan lokal. Kehadiran para pakar dan praktisi ini menjanjikan diskusi yang kaya akan sudut pandang, mulai dari sisi akademis hingga praktis pelestarian budaya.
Webinar series ini akan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting pada hari Minggu, 1 Maret 2026, pukul 14.00 WIB. Panitia telah menyediakan akses terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung menggali kearifan spiritual ini secara gratis. Mari kita jadikan momentum 24 tahun Ruwat Rawat Borobudur ini sebagai langkah nyata untuk mencintai warisan bangsa sendiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....