Mahasiswa Jepang Ikuti Workshop Seni Budaya Indonesia di UI
- 25 Feb 2026 23:46 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Mahasiswa dari Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT), Jepang, mengikuti kegiatan Workshop Indonesian’s Art Cultural di Gedung Makara Art Center, Universitas Indonesia, pada 24 Februari 2026. Program kolaborasi antara Direktorat Kebudayaan UI, TUAT, dan Fakultas Teknik UI ini menjadi bagian dari penguatan hubungan antarbangsa melalui pendekatan seni dan budaya. Dengan konsep learning by doing, para peserta tidak hanya memperoleh penjelasan teoretis, tetapi juga terlibat langsung memainkan gamelan dan mempraktikkan gerak tari Nusantara di bawah bimbingan pengajar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI serta seniman profesional Dr. Ari Prasetyo, M.Hum., dan Citra Cahyaning Sumirat, S.H., M.Pd.
Perwakilan Direktorat Kebudayaan UI, Eko Sulistiyo, menyampaikan apresiasi atas antusiasme mahasiswa TUAT yang berasal dari bidang pertanian dan teknologi. Menurutnya, seni seperti gamelan dan tari Bali merupakan bahasa universal yang mampu menjembatani perbedaan budaya sekaligus memperkuat diplomasi kultural. Melalui pengalaman langsung tersebut, mahasiswa tidak hanya mengenal bentuk kesenian Indonesia, tetapi juga memahami nilai, filosofi, dan identitas yang terkandung di dalamnya, sehingga kolaborasi akademik lintas negara dapat tumbuh di atas fondasi saling pengertian dan penghormatan budaya.

Mahasiswa dari Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT), Jepang pun belajar tarian Bali (Humas Direktorat Kebudayaan UI)
Baca Juga: Harmoni Pagi OLah Tubuh Sambut Ramadan
Pada sesi pertama, peserta mempelajari gamelan Jawa dengan memainkan instrumen seperti saron, bonang, dan gong. Mereka tidak hanya belajar teknik memainkan alat, tetapi juga memahami filosofi harmoni yang terkandung dalam setiap alunan nada. Suasana kemudian menjadi lebih dinamis pada sesi kedua ketika para mahasiswa mempraktikkan Tari Pendet dan Tari Sekar Jagat dari Bali. Gerakan seperti ngelo, agem, dan seledet dipelajari dengan penuh semangat, disertai canda dan tawa yang mencairkan perbedaan bahasa.
Salah satu peserta, Yuki Tanaka, mengaku terkesan dengan pengalaman tersebut. “Saya seorang mahasiswa teknik, tetapi hari ini saya belajar bahwa ketepatan dan kelembutan dapat berpadu indah dalam budaya Indonesia. Ini pengalaman yang sangat berharga dan membuka wawasan saya,” ungkapnya melalui penerjemah. Kegiatan yang merupakan bagian dari program pertukaran budaya tahunan ini ditutup dengan pertunjukan kolaboratif singkat dan sesi foto bersama, menjadi simbol harmonisasi dua budaya dalam satu panggung persahabatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....