Lantunan Samrah, Denyut Budaya Betawi yang Tak Padam
- 23 Feb 2026 20:10 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Samrah adalah salah satu kesenian khas Betawi yang terdiri dari tonil, orkes, dan tari samrah. Musik Samrah berkembang di Betawi pada tahun 1918 sebagian besar pendukung musik ini berasal dari masyarakat golongan menengah. Samrah ini dibahas dalam perbincangan hangat bersama penyiar Arief Budiman,dalam program Obrolan komunitas RRI PRO4 Jakarta hari ini Senin 23 Februari 2026 dengan narasumber Hilwatun yang akrab dipanggil Hilwa . Obrolan komunitas kali ini menghadirkan dialog budaya yang mengangkat kekayaan tradisi Betawi dengan tema Lantunan Samrah denyut Budaya Betawi yang tak pernah padam.
Hilwatun yang akrab dipanggil Hilwa yang merupakan pimpinabn dari sanggar Tenabang Sikumbang Janti memaparkan tentang sejarah dan perkembangan samrah di tengah arus modernisasi. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda untuk terus mempelajari, menampilkan, dan mencintai kesenian tradisional Betawi.
Sanggar Tenabang Sikumbang Janti didirikan tahun 2019 lahir dari perpaduan lirik puitis dari Muhammad Masabi dalam lagu untuk bunga mu dan keindahan alam yang memukau. ”Dengan harapan berdirinya sanggar ini bisa memukau dan menyentuh hati masyarakat, nama Sikumbang Janti sendiri adalah singkatan dari Silaturrahmi kumpul bareng anak tenabang," ujarnya sambil tertawa.
“Musik Samrah bukan sekedar hiburan, melainkan identitas dan warisan budaya Betawi yang harus dijaga dan musik samrah ini perpaduan dari akulturasi budaya Melayu, Arab dan Betawi dengan Sang maestro music nya Emma Shabi, Husein Bawafi dan Munif Baswan,” ujarnya lagi
Satu pertanyaan yang ditanyakan oleh presenter Arief Budiman, apa tantangan terbesar untuk melestarikan Samrah yang dihadapi agar terus berkembang?. Menurut Hilwa, tantangan terbesar pelestarian samrah adalah minimnya ruang tampil dan kurangnya regenerasi pemain muda, meski demikian sanggar yang dipimpinnya terus aktif mengadakan latihan rutin serta tampil di berbagai kegiatan budaya.
Melalui siaran obrolan komunitas ini Hilwa berharap agar generasi muda melestarikan musik Samrah biar budaya betawi trus berkumandang dan dia juga berharap RRI Pro 4 Jakarta mengenalkan dan mencintai budaya Betawi . “ Program ini semoga menjadi ruang edukasi sekaligus inspirasi agar kesenian samrah tetap hidup dan berkembang," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....