Apresiasi Budaya Sunda Pro4, Angkat Tema Hapag Romadon

  • 18 Feb 2026 15:07 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID.Jakarta - Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa dalam acara Apresiasi Budaya Sunda Pro 4 RRI Jakarta, Selasa, 17 Februari 2026, ketika tema “Hapag Romadon” diangkat sebagai pembahasan utama. Dipandu host Atep Gunawan bersama Teh Tini, perbincangan menghadirkan narasumber Teh Sri Wilarsih dan Teh Nining yang mengulas makna tradisi tersebut dalam kehidupan masyarakat Sunda. Dialog mengalir santai namun sarat makna, mengajak pendengar memahami kembali nilai-nilai budaya menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

Teh Sri Wilarsih menjelaskan bahwa Hapag Romadon merupakan tradisi masyarakat Sunda dalam menyambut Ramadan dengan penuh sukacita dan persiapan lahir batin. Ia menuturkan bahwa tradisi ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum membersihkan diri, mempererat silaturahmi, serta memperkuat niat menjalani ibadah puasa. “Hapag itu artinya menyambut dengan hati terbuka, penuh rasa syukur,” ungkapnya, seraya menekankan pentingnya menjaga warisan budaya agar tidak tergerus zaman.

Senada dengan itu, Teh Nining menambahkan bahwa dalam praktiknya, Hapag Romadon kerap diisi dengan kegiatan doa bersama, berbagi makanan, hingga ziarah kubur sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Menurutnya, nilai kebersamaan menjadi inti dari tradisi tersebut. Ia juga mengingatkan bahwa esensi Hapag Romadon bukan pada kemeriahannya, melainkan pada ketulusan hati dalam memperbaiki diri dan mempererat hubungan sosial.

Host Atep Gunawan dan Teh Tini turut menggali bagaimana generasi muda dapat dilibatkan agar tradisi ini tetap hidup. Dalam dialog tersebut, muncul harapan agar Hapag Romadon dikemas secara kreatif tanpa meninggalkan nilai aslinya. Media seperti radio dinilai memiliki peran penting dalam mengedukasi dan menginspirasi masyarakat untuk kembali mengenal akar budayanya sendiri.

Di penghujung acara, suasana reflektif terasa ketika para narasumber sepakat bahwa Hapag Romadon adalah simbol kesiapan spiritual masyarakat Sunda menyongsong Ramadan. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa budaya dan agama berjalan beriringan, membentuk karakter masyarakat yang santun, religius, dan menjunjung tinggi kebersamaan. Melalui gelombang udara Pro 4 RRI Jakarta, pesan kearifan lokal itu pun menyapa pendengar, meneguhkan identitas budaya di tengah arus modernisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....