Menjalin dan Mengikat Silaturahmi Beksi
- 16 Feb 2026 21:33 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Kegiatan Tawaqufan PPS BPMT dan Sanggar Tunas Muda berlangsung khidmat dan meriah pada Sabtu, 14 Februari 2026, di Jalan H. Midar, Pondok Pinang, Kebayoran Lama. Mengangkat tema “Menjalin dan Mengikat Silat’rahim Persaudaraan Seni Beladiri Beksi”, acara ini menjadi momentum mempererat persaudaraan antarperguruan sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Seni Beladiri Silat Beksi Panca Mustika Tunggal, Bang Diedoet atau Didit, memberikan penjelasan mengenai aliran Beksi H. Hasbullah dan Seni Golok Indonesia. Ia menegaskan bahwa Beksi bukan sekadar seni bela diri, melainkan warisan budaya Betawi yang sarat nilai adab dan persaudaraan. “Beksi adalah jati diri, bukan hanya jurus, tetapi juga akhlak dan silaturahmi,” ujarnya di hadapan para peserta.

Tausyah atau ceramah yang disampaikan oleh Ustad Abdul Basith. (Foto: Bang Didoet)
Acara ini dihadiri para Dewan Guru dan tokoh Persaudaraan Seni Beladiri Beksi, di antaranya Baba Idrus, Baba Haji Rozak, Abah Suganda dari SGI, Bang Fauzi Tunas Muda, Bang Arief Beksi Benam, Bang Aan, Bang Dony Beksi Dadap, Bang Ronald Tarung Beksi, perwakilan Beksi Tradisional, Ketua RT 011, Ketua RT 06 Komplek Kodam, serta para dewan guru komunitas seni budaya Betawi. Kehadiran para tokoh tersebut semakin menguatkan semangat kebersamaan dalam balutan budaya.

Team Hadroh Murid-Murid Remaja PPS. BPMT H HASBULLAH. Pimpinan oleh Bang Sani. (Foto: Bang Didoet)
Kemeriahan acara tampak dari berbagai atraksi yang ditampilkan, mulai dari atraksi massal PPS BPMT dan Tunas Muda dengan jurus Beksi yang diikuti sekitar 150 murid, seni kipas, Seni Golok Indonesia, hingga gerak jurus baku IPSI. Sorak semangat para peserta dan tepuk tangan hadirin menambah semarak suasana, menunjukkan bahwa Beksi tetap hidup dan berkembang di tengah generasi muda.

Foto bersama dari Tunas Muda dengan jurus Beksi yang diikuti sekitar 150 murid, seni kipas, Seni Golok Indonesia, hingga gerak jurus baku IPSI. (Foto: Bang Didoet)
Kegiatan ini ditutup dengan prosesi tawaqufan, yakni tradisi penghentian sementara latihan pada bulan Sya’ban menjelang Ramadan. Tradisi ini menjadi simbol penghormatan dan persiapan diri untuk lebih fokus beribadah di bulan suci Ramadan 2026. “Tawaqufan bukan berhenti berkarya, tetapi memberi ruang agar hati lebih siap menyambut Ramadan,” tutur Bang Diedoet menutup kegiatan dengan penuh makna.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....