Riwayat Klenteng Shia Jin Kong Jatinegara, Dari Rumah Seorang Sinshe
- 16 Feb 2026 16:20 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Klenteng Bio Shia Jin Kong terletak tidak jauh dari Stasiun Jatinegara, tepatnya di Jalan Bekasi Timur IX, Gang 1, Rawa Bunga, Jakarta Timur. Nama klenteng ini merujuk pada Kongco Shia Jin Kong, dewa pengobatan dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa.
RRI Jakarta mengunjungi klenteng ini pada Senin, 16 Februari 2026. Kami bertemu Kikim, pengurus harian klenteng. Ia merupakan generasi ketiga keluarga yang merawat bangunan yang semula adalah rumah milik Empe Thung Djie Hoey.
“Waktu Empe masih hidup, saya belum lahir. Beliau meninggal tahun 1950-an. Saya ini generasi ketiga. Generasi kedua bapak saya, ketiga saya,” kata Kikim.
Menurut Kikim, sebelum masa kemerdekaan, Thung Djie Hoey membeli tanah di kawasan itu setelah berpindah dari Jonggol. Ia dikenal sebagai ahli pengobatan tradisional Tiongkok atau sinshe, sekaligus tangsin atau medium spiritual di wilayah Jonggol hingga Karawang.

“Dulu ada pabrik es di sini, dia sewa tanah ke mari. Terus tinggal di sini dan nggak balik lagi ke Jonggol. Dari Jonggol dia memang sudah melakukan pengobatan juga sampai ke Karawang,” kata Kikim.
Praktik pengobatan dilakukan di ruang depan rumah, sementara keluarga besar tinggal di bagian dalam. Pada era 1970-an, bangunan diperluas dan difungsikan sepenuhnya sebagai tempat ibadah bagi masyarakat sekitar.
“Dulu di sini ada Ciamsi bertulisan aksara Tiongkok. Beliau bisa bacanya. Kalau dengar cerita sih Empe pandai membuat obat batuk. Obatnya mujarab. Sekarang, sebab akar-akaran sudah tidak ada di Jakarta ini, jadi tidak ada lagi pengobatan seperti itu,” ujar Kikim.

Seiring waktu, praktik pengobatan tradisional yang dahulu menjadi ciri awal tempat ini dihentikan. Klenteng kemudian difokuskan sebagai ruang sembahyang rutin seperti Ce It dan Cap Go, hingga vihara untuk tempat ibadah bagi pemeluk agama Budha.
Di altar utama Klenteng, rupang atau patung Shia Jin Kong ditempatkan sebagai dewa sentral. Beberapa rupang lain turut bersanding dengan dewa altar utama ini.
“[Rupangnya] banyak. Ada Tek Cheng Sin (Dewa Bumi/Rezeki), ada Kwan Kong (Dewa Perang). dan lainnya. Tapi tuan rumahnya Dewa Pengobatan ini, Kongco Shia Jin Kong,” kata Kikim.

Pengelolaan klenteng ini dilakukan secara swadaya oleh sekitar enam hingga tujuh pengurus aktif. Sebagai seorang pengurus harian, Kikim rutin merawat altar, menyediakan perlengkapan sembahyang hingga persiapan hari besar keagamaan.
Ia mengingat pesan kakeknya untuk terus menjaga tempat ibadah tersebut meski zaman berubah. Bagi Kikim, merawat klenteng berarti merawat ingatan tentang ajaran-ajaran baik dari leluhur.
"Ada nilai gotong royong yang diturunkan Empe. Walaupun sudah ditinggal [meninggal], tapi jangan ditinggal urusannya [bersih-bersih dan menyiapkan persembahan],” ujar Kikim.
Baca juga: Klenteng Bio Shia Jin Kong Jatinegara Siap Sambut Tahun Baru Imlek
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....