Menbud Fadli Zon Hadiri Screening Film Taj Mahal
- 14 Feb 2026 09:49 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menghadiri acara screening film Taj Mahal: An Eternal Love Story, karya sutradara sekaligus produser Akbar Khan, di Cinema XXI Plaza Senayan, Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026. Pemutaran film itu digelar, bertepatan dengan penayangan perdana film tersebut di Indonesia, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peluncuran global film kolosal, berlatar sejarah Kekaisaran Mughal.
Film Taj Mahal: An Eternal Love Story, mengangkat kisah cinta abadi antara Pangeran Khurram, yang kelak dikenal sebagai Shah Jahan, dan Arjumand Banu Begum atau Mumtaz Mahal. Berlatar di masa kejayaan Kekaisaran Mughal, film itu menggambarkan perjalanan cinta mereka di tengah intrik politik, perebutan kekuasaan, dan konflik istana, hingga melahirkan Taj Mahal sebagai simbol cinta, dan pengabdian yang melampaui ruang dan waktu.
Kisah itu menegaskan cinta sejati mampu mengatasi perbedaan, kekuasaan, serta kepentingan politik. Dan menjadi kekuatan universal yang mempersatukan umat manusia.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menyampaikan apresiasinya terhadap kekuatan narasi, nilai sejarah, serta pesan kemanusiaan yang dihadirkan. Ia menilai film itu tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat edukasi dan refleksi budaya.
“Film Taj Mahal merupakan sebuah karya, yang berangkat dari kisah nyata cinta Shah Jahan dan Mumtaz Mahal, yang kemudian melahirkan ekspresi budaya luar biasa, berupa monumen Taj Mahal, salah satu warisan dunia yang dikagumi, dan dikunjungi masyarakat dari berbagai penjuru dunia,” ujar Menteri Fadli Zon.
Ia menyatakan, meski telah dua kali mengunjungi Taj Mahal, dan mempelajari sejarahnya, film itu menghadirkan sudut pandang yang lebih luas dan mendalam, tentang perjalanan panjang peradaban India, di era Kekaisaran Mughal.
“Dengan menonton film ini, kita diajak menyelami sejarah yang lebih panjang, mulai dari intrik politik, konflik istana, hingga kisah cinta Pangeran Khurram, yang kemudian menjadi Shah Jahan. Semua disajikan secara kolosal, teknis yang sangat baik, serta ditulis dengan keseriusan tinggi,” katanya.
Menurutnya, film itu tidak hanya menonjolkan aspek visual dan dramatik. Tetapi juga menyampaikan pesan moral yang kuat tentang cinta, kesetiaan, dan pengorbanan.
“Ini adalah film yang sangat menarik, edukatif, penuh nilai sejarah, serta sarat pesan cinta dan kasih sayang. Lagu-lagu khas India turut memperkuat emosi cerita, sehingga menjadi pengalaman menonton yang utuh,” katanya.
Sementara itu, produser dan sutradara film, Akbar Khan, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Menteri Kebudayaan RI, dalam pemutaran perdana film tersebut. Ia menilai kehadiran pemerintah Indonesia, merupakan bentuk dukungan nyata terhadap seni, budaya, dan dialog peradaban.
“Di tengah dunia yang penuh tantangan dan konflik, pesan cinta yang dihadirkan film Taj Mahal menjadi sangat relevan. Kehadiran Yang Mulia Menteri Kebudayaan, memberikan kehormatan besar bagi kami, sekaligus menunjukkan komitmen Indonesia, dalam mendukung seni dan budaya, sebagai sarana pemersatu bangsa,” ucap Akbar Khan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....