Dishub Depok Luncurkan Angkot BTS Gratis, Ini Rutenya

  • 23 Jan 2024 12:14 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Depok: Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok akan meluncurkan program angkutan kota (angkot) Buy The Service (BTS). Perdana, program BTS akan diluncurkan pada Maret 2024, dengan rute dari Terminal Depok menuju LRT Harjamukti, Cimanggis, Kota Depok.

Kepala Dishub Kota Depok Zamrowi mengatakan, program BTS merupakan bantuan dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Tujuannya adalah untuk meningkatkan kembali animo masyarakat Depok dalam menggunakan angkutan umum.

"Program ini terinspirasi dari sukses story program Bis Kita di Bogor, jadi kita (Dishub) bekerjasama dengan BPTJ untuk mengaplikasikan hal yang sama di Depok melalui program BTS," kata Zamrowi kepada RRI di Kantor Dishub Kota Depok, Selasa (23/1/2024).

Zamrowi menyebut, program BTS akan dikelola oleh pihak ketiga atau operator yang diperoleh melalui mekanisme lelang (e-catalog) dengan anggaran Rp20 miliar. Operator tersebut nantinya wajib melaksanakan pelayanan angkutan kota menggunakan armada bis tiga perempat dari Terminal Depok ke LRT Harjamukti.

"Dalam kontrak ini si operator harus menyadiakan 11 unit bis tiga perempat (angkot BTS) khusus untuk rute dari Terminal Depok menuju LRT Harjamukti. Cara kerjanya, si operator akan dibayarkan biaya layanan ke rute tersebut per kilo meter nya walaupun tidak ada penumpang," katanya.

Sedangkan masyarakat yang menggunakan jasa angkot BTS tidak dikenakan ongkos alias gratis. Adapun rute angkot BTS adalah dari Terminal Depok-Jalan Tole Iskandar-Jalan Raya Bogor-LRT Harjamukti (lewat Tol) PP.

"Panjang lintasannya 33,7 KM PP." katanya.

Disaat yang sama, pemerintah akan membentuk Manajemen Pengalola yang berfungsi untuk melakukan pengawasan layanan BTS. Hal ini untuk menjamin pelayanan BTS dibayarkan sesuai dengan jumlah layanan per kilo meter kepada operator.

"Sistemnya pemerintah membayar layanan angkutan umum per kilo meter kepada operator," ujar Zamrowi.

Disisi lain, ia mengakui keberadaan angkot BTS akan berdampak pada angkot 06 eksisting yang melayani rute dari Terminal Depok ke Terminal Jatijajar via Jalan Tole Iskandar. Zamrowi meyakinkan, Dishub Kota Depok telah mengantisipasi hal ini dengan menyiapkan dua opsi yaitu konversi armada atau rerouting.

"Data yang ada pada kami saat ini ada sebanyak 160 unit angkot 06 terdampak. Tapi beberapa angkot 06 ada yang sudah tidak laik jalan, nanti dikaji ulang," katanya.

Dijelaskan Zamrowi, opsi konversi maksudnya, penguasaha angkot dapat mengubah 5 unit angkot 06 menjadi 1 unit angkot BTS. Sedangkan opsi rerouting, penguasaha angkot 06 terdampak akan diberi pilihan rute alternatif pengganti, hanya saja opsi kedua ini belum fix.

"Angkot BTS kan ngga seperti angkot lainnya bisa menaikkan-menurunkan penumpang dimana saja. Angkot BTS ini sudah ditentukan ada 14 titik angkut dan menurunkan penumpang, dan BTS ngga wajib harus ada penumpang," ucap Imat.

Program BTS ini sambung Zamrowi, merupakan salah satu bentuk supporting Pemkot Depok mensukseskan Proyek Strategis Nasional (PSN) LRT. Dengan adanya LRT diharapkan dapat mengurangi jumlah kendaraan pribadi dari Depok menuju Jakarta.

"Harapan adanya LRT kan untuk mengurangi jumlah penggunaan kendaraan pribadi, menurunkan emisi gas buang, dan penghematan bahan bakar fosil akibat konsumsi yang percuma karena kemacetan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....