Aplikasi JOSAL Ramaikan Ekosistem Transportasi Digital
- 23 Des 2025 21:34 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta : Aplikasi transportasi online lokal JOSAL resmi hadir meramaikan ekosistem transportasi digital di Indonesia dengan membawa terobosan berani: skema potongan tarif dari driver hanya 10 persen saja. Kebijakan ini dinilai menjadi angin segar bagi para pengemudi ojek online (ojol) yang selama ini mengeluhkan tingginya potongan komisi dari aplikator besar.
JOSAL berada di bawah naungan PT Josal Ojek Ekspres dan dibangun dengan visi menciptakan ekosistem transportasi online yang lebih adil, manusiawi, dan berkelanjutan bagi mitra, pengguna, serta pelaku usaha lokal.
Direktur JOSAL Aplikasi Transportasi Online, Rahmad Puji, mengatakan kehadiran JOSAL dilatarbelakangi oleh keinginan kuat untuk meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi tanpa mengorbankan kepentingan pengguna.
“Harapan utama kami adalah menciptakan skema bagi hasil yang lebih adil. Dengan profit sharing 10 persen, kami ingin pendapatan driver meningkat dan mereka merasa benar-benar dihargai sebagai mitra,” ujar Rahmad, melalui keterangannya di Jakarta, Selasa (23/12/2025).
Selain fokus pada kesejahteraan pengemudi, JOSAL menawarkan tarif yang terjangkau dan wajar bagi pengguna. Menurut Rahmad, keseimbangan antara kepentingan pengemudi dan penumpang menjadi kunci keberlanjutan layanan transportasi online.
Dari sisi keamanan, JOSAL terus mengembangkan fitur perlindungan bagi pengemudi dan penumpang, termasuk fitur darurat yang menjadi prioritas pengembangan. Perhatian khusus juga diberikan pada keamanan pengemudi perempuan, sebagai upaya menciptakan rasa aman saat bekerja di lapangan.
Tidak hanya bergerak di sektor transportasi, JOSAL juga dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal. Aplikasi ini membuka ruang kolaborasi bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk dan layanannya melalui ekosistem digital JOSAL.
Genap satu tahun beroperasi, JOSAL mengklaim telah memberikan dampak nyata. Puluhan ribu mitra driver, puluhan ribu pengguna, serta ribuan UMKM telah bergabung dan merasakan manfaat dari kehadiran aplikasi tersebut, khususnya di wilayah Jabodetabek.
Marketing JOSAL Merchant, Pungki Busneri, menilai kehadiran JOSAL menjadi jawaban atas keresahan driver ojol yang selama ini merasa kurang diperhatikan.
“JOSAL hadir dengan terobosan berani. Profit sharing flat 10 persen adalah harapan lama para driver. Kami ingin aplikator benar-benar hadir untuk kesejahteraan mitra, bukan sekadar mengejar keuntungan,” katanya.
Untuk memperluas jangkauan, tim marketing JOSAL aktif melakukan kanvasing langsung ke masyarakat, mulai dari pemukiman padat penduduk, sekolah, kampus, perkantoran, hingga pusat perbelanjaan.
Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan literasi digital sekaligus memperkenalkan aplikasi JOSAL kepada masyarakat luas. Ke depan, JOSAL menargetkan ekspansi layanan ke berbagai daerah di Indonesia agar manfaatnya dapat dirasakan lebih merata.
“Ini bukan sekadar aplikasi transportasi, tapi gerakan bersama anak negeri untuk membangun sistem yang lebih adil. Kami mengajak masyarakat dan mitra driver di seluruh Indonesia untuk tumbuh bersama JOSAL,” ucap Rahmad.
Sementara itu, Hendri Taufik sebagai Staff Operasional mengatakan hadirnya aplikasi Josal di kancah nasional menandai sebuah paradigma baru dalam industri ride-hailing di Indonesia. Hendri memandang platform ini sebagai instrumen solusi komprehensif yang memprioritaskan kesejahteraan mitra pengemudi melalui implementasi kebijakan biaya sewa aplikasi sebesar 10%.
"Angka ini merupakan manifestasi nyata dari kepatuhan terhadap ambang batas minimum yang ditetapkan regulasi pemerintah, sekaligus menjadikannya sebagai aplikator dengan potongan terendah di tanah air," ujar Hendri.
Lebih jauh lagi, Hendri meyakini Josal telah melampaui batas operasional bisnis konvensional dengan mengintegrasikan fungsi sosial di dalam ekosistemnya. Hal ini dibuktikan melalui penyediaan program nutrisi harian berupa makan siang gratis bagi mitra, serta pengoperasian unit ambulans gratis bagi masyarakat di wilayah Jabodetabek sebagai bentuk dedikasi kemanusiaan yang inklusif.
"Kami menaruh harapan besar agar inovasi yang murni lahir dari diskursus dan talenta domestik ini dapat meraih kedaulatan penuh di pasar nasional. Visi kita ke depan adalah menciptakan iklim kompetisi yang sehat, di mana dominasi pasar dicapai tanpa mengeksploitasi mitra melalui skema promosi destruktif. Josal adalah bukti bahwa kemajuan teknologi dapat berjalan selaras dengan prinsip keadilan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Hendri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....