Optimalisasi Rumah Bibit Budidaya Anggur Lahan Terbatas

  • 10 Okt 2024 10:41 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta : Tim pengabdian masyarakat dari Pradita University, yang terdiri dari tiga dosen, Marchelia Gupita Sari, Master Edison Siregar, Hanugrah Adhi Buwono, dan dua orang mahasiswa prodi arsitektur, yaitu Darren Jonathan Tjahjadi dan Stephen Alden berkolaborasi dengan komunitas lokal "Rumah Peng anggur an" dalam Program Kampung Tematik di Kota Tangerang untuk mengoptimalkan Rumah Bibit Anggur di lahan terbatas.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Hibah Kemenristekdikti Tahun 2024 skema Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP).

Program Kampung Tematik Kota Tangerang bertujuan untuk memanfaatkan karakteristik unik di setiap kampung kota, baik dari segi budaya, ekonomi, maupun lingkungan, guna meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. Dengan fokus pada pemberdayaan potensi lokal, kampung Kota Tangerang dapat berkembang secara mandiri.

Rumah Peng Anggur an memiliki fokus utama budidaya anggur sebagai sarana edukasi bagi warga untuk menanam bibit dan ruang untuk berkegiatan. Namun begitu, dengan lahan yang terbatas di kawasan perkotaan, berbagai tantangan pun muncul dalam upaya memaksimalkan produktivitas budidaya tersebut.

Untuk menjawab tantangan ini, tim dari Pradita University berusaha memberikan solusi berupa optimasi layout rumah bibit anggur sehingga lebih efisien, memungkinkan warga memanfaatkan lahan kecil dengan hasil maksimal.

Tidak hanya itu, tim juga mengembangkan sebuah website yang berfungsi sebagai platform untuk mendukung pemasaran secara digital.

Melalui website ini, produk anggur dan berbagai hasil olahan dari komunitas dapat diperkenalkan ke pasar yang lebih luas, baik secara lokal maupun nasional.

Solusi digital ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat dan mengembangkan potensi budidaya anggur di lingkungan perkotaan yang padat.

Program ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang terlibat untuk terjun langsung dan menyelami kehidupan masyarakat sekitar. Mereka tidak hanya mempraktikkan keahlian teknis, seperti desain tata letak rumah bibit maupun pengembangan website, tetapi juga berinteraksi dengan warga setempat, memahami tantangan sehari-hari yang dihadapi oleh masyarakat perkotaan. Pengalaman ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa mengenai pentingnya pemberdayaan masyarakat melalui inovasi teknologi, sekaligus mendorong semangat gotong royong dan kolaborasi.

Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals–SDGs) poin ke-13, yaitu "Penanganan Perubahan Iklim," dan “Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan”.

Program ini juga bertujuan untuk memberikan solusi yang ramah lingkungan. Selain itu, budidaya di lingkungan perkotaan memungkinkan lebih banyak penghijauan, yang dapat berkontribusi pada penurunan suhu udara dan menciptakan lingkungan yang asri dan nyaman di daerah padat penduduk seperti di Kota Tangerang.

Melalui kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat, kegiatan ini juga mencerminkan pentingnya sinergi antara pendidikan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Dengan memadukan pengetahuan akademis dan inovasi teknologi dengan kearifan lokal dan kebutuhan masyarakat, diharapkan kampung-kampung tematik di Kota Tangerang dapat berkembang ke arah ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....