Tarif Listrik, Salah Satu Penyebab Inflasi di Jakarta

  • 08 Apr 2025 22:21 WIB
  •  Jakarta
Video

KBRN, Jakarta : Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat inflasi year on year (y-on-y) di DKI Jakarta pada bulan Maret 2025 sebesar 1,02 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,88.

Sedangkan dibandingkan bulan sebelumnya atau month to month (m-to-m), tingkat inflasi di DKI Jakarta pada bulan Maret 2025 mencapai 2 persen. Sementara di tahun kalender atau year to date (y-to-d) hingga Maret 2025, tingkat inflasi di DKI Jakarta tercatat sebesar 0,18 persen.

Hal itu dikatakan Kepala BPS DKI Jakarta Nurul Hasanudin, saat ditemui RRI Jakarta di kantornya, usai merilis berita resmi statistik pada Selasa (8/4/2025).

"Di bulan Maret 2025 ini, kita mencatat inflasi sebesar 2 persen (m-to-m). Ini cukup tinggi, meskipun tentunya lebih terkendali. Tentunya ini lebih karena faktor listrik, tarif listrik yang sudah kembali normal. Setelah 2 bulan berturut-turut kita deflasi, kita pada bulan Maret ini kembali inflasi," katanya.

"Selain memang ada beberapa komoditas lain yang juga mengalami inflasi, termasuk di komoditas makanan, minuman, atau tembakau. Juga ada di harga emas perhiasan, di kelompok perawatan pribadi dan jasa lain. Emas perhiasan kita tahu, logam mulia secara global itu juga sedang naik," ucapnya menambahkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....