Wong Ngapak Se-Indonesia Bersatu dalam Komunitas

  • 10 Agt 2024 14:38 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Indonesia, dengan kekayaan suku dan budayanya yang melimpah, adalah rumah bagi lebih dari 1.340 suku bangsa dan 300 kelompok etnik. Di antara keberagaman ini, bahasa Ngapak, dialek khas Jawa Banyumasan yang konon dapat ditelusuri hingga era Majapahit ini telah menarik perhatian banyak pihak.

Untuk melestarikan dan mengangkat kekayaan budaya lokal ini, lahirlah Komunitas Inyong Putune Wong Ngapak (IPWN). Didirikan pada 13 September 2023, IPWN bertujuan menjadi wadah bagi warga Ngapak di seluruh Indonesia untuk saling bersilaturahmi dan mempertahankan kearifan budaya lokal.

Tarsin Alfian, perintis dan wakil ketua IPWN, menjelaskan bahwa komunitas ini memiliki misi utama untuk menghubungkan dan mempererat hubungan antara warga Ngapak di berbagai daerah. “Saat ini, banyak generasi muda yang kurang peduli dengan budaya lokal mereka sendiri,” ujar Tarsin. “Banyak yang merasa malu menggunakan bahasa lokal dan lebih memilih tampil modern. Kami berharap komunitas ini dapat mengembalikan kejayaan budaya lokal yang mulai memudar.”

IPWN telah berkembang pesat dengan kehadiran di 12 kabupaten di Jawa Tengah, termasuk Kebumen, Purwokerto, Banyumas, dan Cilacap, serta memiliki cabang di luar Pulau Jawa, seperti di Sumatra dan Kalimantan. Komunitas ini memiliki struktur organisasi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pendiri, penasihat, pembina, ketua komunitas, hingga seksi-seksi yang bertanggung jawab atas berbagai kegiatan.

"Tidak hanya memfasilitasi hubungan antar warga Ngapak tanpa memandang status sosial, organisasi ini juga membantu menjembatani sesama warga perantauan untuk manfaat pribadi dan bersama," kata Tarsin. Komunitas ini juga berfokus pada pengenalan dan peningkatan potensi daerah, termasuk dalam bidang pendidikan, olahraga, pariwisata, seni budaya, dan kuliner khas Banyumas.

Kegiatan komunitas ini melibatkan berbagai aktivitas sosial, seperti bakti sosial (baksos), halal bihalal, dan Jumat berkah, yang dilakukan di berbagai lokasi, termasuk di BKT Jakarta Timur. Menurut Tarsin Alfian, penambahan kata “perjuangan” pada nama IPWN mencerminkan perjalanan komunitas yang dimulai dari nol dan kini telah mencapai ratusan anggota. Moto mereka, “Dari kita untuk kita, kembali ke kita,” menggambarkan semangat untuk memajukan dan melestarikan budaya Ngapak.



Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....