7 Pekerjaan Sampingan Aneh yang ternyata Menghasilkan Uang
- 02 Okt 2026 15:15 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID. Jakarta – Pernah membayangkan ada orang yang dibayar hanya untuk mengantre, merakit furnitur, atau bahkan menyewakan bebek untuk mengusir hama? Pekerjaan seperti itu ternyata benar-benar ada dan menjadi bagian dari fenomena side hustle atau pekerjaan sampingan yang belakangan ramai dibagikan warganet di media sosial.
Di Threads, Instagram, dan TikTok, cerita tentang pekerjaan sampingan bermunculan dari berbagai profesi. Ada pekerja kantoran, tenaga layanan publik, hingga orang yang sekadar ingin memanfaatkan waktu luang untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
Menariknya, pekerjaan yang dibagikan tidak selalu terlihat seperti pekerjaan pada umumnya. Ada yang berhubungan dengan keterampilan, ada yang memanfaatkan aset pribadi, dan ada pula yang terdengar begitu sederhana sampai membuat orang bertanya, "Memangnya ada yang mau membayar untuk itu?"
Ternyata jawabannya ada. Bored Panda, perusahaan media digital dan hiburan yang berbasis di Vilnius, Lithuania bahkan mengumpulkan 64 cerita side hustle tidak biasa dari komunitas daring, termasuk pekerjaan mengantre untuk orang lain dan berbagai jasa yang terdengar unik tetapi tetap menghasilkan uang.

Berikut 7 pekerjaan sampingan yang ternyata menghasilkan uang:
1. Mengantre Bisa Jadi Pekerjaan Sampingan
Kalau selama ini mengantre dianggap aktivitas yang membuang waktu, ada orang yang justru menjadikannya sumber penghasilan. Bored Panda memuat cerita tentang seseorang yang dibayar untuk berdiri dalam antrean panjang di kantor pemerintah atas nama orang lain.
Logikanya sederhana, ada orang yang tidak punya waktu untuk mengantre dan ada orang lain yang bersedia melakukannya. Dari situ, waktu tunggu berubah menjadi jasa yang memiliki nilai ekonomi.
Pekerjaan ini juga menunjukkan bahwa side hustle tidak harus selalu memakai teknologi canggih. Kadang modalnya hanya waktu, kesabaran, dan kesediaan melakukan sesuatu yang dianggap merepotkan oleh orang lain.
2. Menulis Permintaan Maaf Ternyata Bisa Dibayar
Tidak semua orang pandai menyusun kata-kata ketika harus meminta maaf. Kondisi itu ternyata dapat menjadi peluang pekerjaan sampingan bagi orang yang memiliki kemampuan menulis.
Bored Panda mencatat salah satu cerita tentang orang yang mendapatkan bayaran dengan menulis permintaan maaf.
Sekilas terdengar lucu, tetapi prinsip bisnisnya sebenarnya masuk akal. Orang membayar bukan hanya untuk tulisan, melainkan untuk membantu menyelesaikan persoalan komunikasi yang sulit mereka lakukan sendiri.
3. Membersihkan Pemanggang Bisa Jadi Ladang Uang
Membersihkan pemanggang barbekyu mungkin bukan pekerjaan yang masuk daftar impian banyak orang. Namun, ada orang yang melihat pekerjaan tersebut sebagai peluang mendapatkan uang tambahan.
Bored Panda mencatat cerita seorang anak yang menghasilkan 800 dolar Amerika Serikat dari membersihkan pemanggang barbekyu.
Peluangnya muncul karena tidak semua pemilik pemanggang ingin repot membersihkan peralatan setelah digunakan. Jadi, pekerjaan yang dianggap sepele oleh satu orang ternyata bisa menjadi layanan yang dibutuhkan orang lain.

4. Jago Merakit Furnitur Bisa Menghasilkan Uang
Furnitur bongkar pasang memang praktis dibawa pulang, tetapi proses merakitnya bisa menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit orang yang akhirnya memilih meminta bantuan orang lain daripada menghabiskan waktu membaca petunjuk pemasangan.
Jasa merakit furnitur menjadi salah satu contoh side hustle yang masuk dalam daftar Bored Panda.
Ini membuktikan bahwa keterampilan praktis juga punya nilai jual. Seseorang yang terbiasa memegang obeng, membaca petunjuk pemasangan, dan menyusun komponen dapat mengubah kemampuan tersebut menjadi pemasukan tambahan.

5. Tanaman di Halaman Rumah Bisa Dijual
Punya halaman rumah dan hobi menanam tanaman? Aktivitas tersebut ternyata bisa dikembangkan menjadi side hustle.
Bored Panda memasukkan cerita seseorang yang menanam dan menjual tanaman lokal dari halaman rumahnya.
Modelnya cukup sederhana. Tanaman dirawat di rumah, kemudian hasilnya dijual kepada orang yang membutuhkan, sehingga hobi yang sebelumnya hanya menghabiskan waktu dapat menghasilkan pemasukan.

6. Tempat Parkir Bisa Menghasilkan Saat Tidak Dipakai
Sebuah tempat parkir yang kosong ternyata juga bisa menjadi aset produktif. Bored Panda menceritakan seseorang yang menyewakan tempat parkirnya ketika sedang bekerja dan mendapatkan pemasukan yang cukup untuk membayar tagihan telepon setiap bulan.
Tidak perlu terus-menerus bekerja untuk mendapatkan uang dari model seperti ini. Pemilik hanya memanfaatkan ruang yang memang sedang tidak digunakan.
Cerita tersebut sekaligus menunjukkan bahwa side hustle tidak selalu berarti menambah jam kerja. Kadang, yang dimanfaatkan justru aset yang sudah dimiliki tetapi sebelumnya tidak menghasilkan apa-apa.
7. Bebek Pun Bisa Jadi Pekerjaan Sampingan
Ini mungkin salah satu contoh yang paling sulit ditebak. Bored Panda memuat cerita seseorang yang mendapatkan bayaran dengan menyewakan bebek ke kebun anggur untuk membantu mengendalikan hama.
Dalam cerita tersebut, penghasilan yang disebut mencapai 400 dolar Amerika Serikat setiap akhir pekan. Angka itu tentu bergantung pada kondisi dan pasar setempat, tetapi ceritanya menunjukkan bagaimana kebutuhan yang sangat spesifik bisa melahirkan pekerjaan yang tidak biasa.
Dari sini terlihat bahwa side hustle tidak memiliki satu bentuk baku. Selama ada masalah yang harus diselesaikan dan seseorang bersedia membayar untuk solusinya, peluang penghasilan bisa muncul dari hal yang sebelumnya tidak terpikirkan.
Pekerjaan Sampingan Makin Dekat dengan Kebutuhan Hidup
Fenomena ini sebenarnya bukan sekadar soal mencari uang tambahan untuk membeli barang yang diinginkan. Data Bankrate yang diberitakan Yahoo Finance menunjukkan 36 persen orang dewasa Amerika Serikat memiliki pekerjaan sampingan pada 2024 dan 36 persen dari mereka menggunakan sebagian penghasilan tersebut untuk kebutuhan hidup rutin.
Di Indonesia, pembahasan mengenai pekerjaan sampingan juga berkaitan dengan kondisi pendapatan pekerja. Badan Pusat Statistik mencatat 148,19 juta orang bekerja pada Mei 2026, dengan rata-rata upah buruh sebesar Rp3,39 juta per bulan.
Ekonom dan pakar kebijakan publik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat melihat side hustle sebagai fenomena yang perlu diperhatikan lebih serius. "Apakah masyarakat Indonesia semakin produktif, atau sebenarnya satu pekerjaan tidak lagi cukup untuk membiayai satu kehidupan?" kata Achmad menulis keterangannya yang kemudian dia kirim ke redaksi RRI Jakarta.
Menurut Achmad, pekerjaan tambahan tidak selalu bermasalah karena dapat menjadi jalan untuk mengembangkan kemampuan dan mendapatkan pemasukan baru. "Pada dasarnya tidak ada yang salah dengan pekerjaan sampingan," ujarnya.
Persoalannya muncul ketika seseorang harus terus bekerja setelah jam kerja utama hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar. "Jangan sampai kita memuji masyarakat karena semakin produktif, padahal sebenarnya mereka semakin kelelahan," ucap Achmad.
Karena itu, side hustle bisa dipandang sebagai peluang sekaligus gambaran mengenai kondisi ekonomi. Seperti disampaikan Achmad, "Side hustle seharusnya menjadi jalan untuk naik kelas, bukan syarat agar masyarakat tidak jatuh kelas."
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....