Hari Kesaktian Pancasila 2026, Ini Sejarah dan Maknanya
- 01 Okt 2026 04:42 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa sekaligus meneguhkan kembali Pancasila sebagai dasar negara dan pemersatu bangsa di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Hari Kesaktian Pancasila berkaitan erat dengan peristiwa yang terjadi pada 30 September hingga 1 Oktober 1965. Peristiwa tersebut ditandai dengan penculikan dan pembunuhan sejumlah perwira TNI Angkatan Darat. Para korban kemudian dikenal sebagai Pahlawan Revolusi. Peristiwa itu menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan politik dan sejarah Indonesia.
Penetapan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila memiliki dasar Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967. Dalam perkembangannya, peringatan tersebut menjadi agenda nasional yang dilaksanakan setiap tahun melalui upacara dan pembacaan ikrar untuk meneguhkan komitmen mempertahankan serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
Peringatan ini berbeda dengan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni. Hari Lahir Pancasila merujuk pada pidato Soekarno dalam sidang BPUPK pada 1 Juni 1945 ketika gagasan Pancasila diperkenalkan sebagai dasar negara. Sementara Hari Kesaktian Pancasila berangkat dari konteks sejarah 1965 dan peneguhan Pancasila sebagai dasar negara.
Pada 2026, Hari Kesaktian Pancasila mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Tema tersebut tercantum dalam pedoman resmi penyelenggaraan upacara tahun 2026 dan menekankan hubungan antara persatuan bangsa dengan cita-cita mewujudkan kehidupan yang berdaulat, adil, dan makmur.
Upacara peringatan tingkat pusat tahun ini dilaksanakan Kamis, 1 Oktober 2026, di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Berdasarkan pedoman Kementerian Kebudayaan, upacara dimulai pukul 08.00 WIB dan dilaksanakan secara luring. Sementara satuan kerja pemerintah di daerah menyelenggarakan upacara dengan mengacu pada pedoman yang telah ditetapkan.
Makna peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial diharapkan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika masyarakat berinteraksi di ruang digital. Tantangannya adalah bagaimana keberagaman tidak berubah menjadi sumber perpecahan, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan bersama.
Karena itu, Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat bahwa Pancasila bukan hanya bagian dari sejarah Indonesia, tetapi juga menjadi nilai yang terus diuji dalam kehidupan masyarakat. Peringatan 1 Oktober 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan menerjemahkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....