Habibi dan Gerobak Siomay, Sudin Pendidikan Jaksel Antarkan Kembali ke Sekolah
- 29 Sep 2026 20:31 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketika anak-anak seusianya berangkat membawa tas sekolah, Habibi (12) justru menghabiskan paginya menjaga gerobak siomay bersama ibunya di Bintaro. Kini, setelah sempat meninggalkan sekolah demi keluarga, Habibi kembali mendapat kesempatan untuk belajar.
Habibi sebelumnya menjalani hari-hari sekolahnya di Cirebon sebelum datang ke Jakarta saat libur bulan puasa. Namun, liburan itu membawanya pada pilihan berbeda ketika sang ayah jatuh sakit dan tak lagi mampu bekerja, hingga Habibi memilih berada di sisi ibunya untuk membantu berjualan.
“Dia bilang, ‘Saya sendirian jadi kasihan. Ya sudah, Ma, saya mau bantu Mama saja, kasihan Mama sendirian. Nanti gantian jualannya’,” kata ibu Habibi, Wati Susilawati (35), Selasa, 29 September 2026.
Pagi menjadi giliran Habibi menjaga dagangan, sementara sang ibu menyusul setelah zuhur. Ketika sore berganti malam, keduanya kembali bertukar peran hingga siomay yang mereka jual berakhir sekitar pukul 21.00 WIB.
Selama sekitar setahun, sakit yang diderita ayah Habibi perlahan mengubah keseharian keluarga mereka. Dari kondisi itu, perhatian sejumlah pihak kemudian tertuju kepada keluarga tersebut, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Saat keluarga itu masih berusaha melewati masa pengobatan sang ayah, perhatian juga mengarah pada masa depan Habibi. Wati mengatakan suaminya mendapat bantuan untuk menjalani operasi dan dijanjikan bantuan kebutuhan selama pengobatan, sedangkan Habibi diminta kembali menapaki pendidikan.
“Katanya Habibi harus sekolah. Kata Habibi, ‘Iya, saya mau sekolah lagi’,” ujar Wati.
Jalan Habibi untuk kembali ke bangku pendidikan kemudian mulai terbuka. Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan menindaklanjutinya dengan berkomunikasi bersama keluarga Habibi, kata Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan Santoso.
“Insya Allah nanti kita bantu masuk PKBM. Kami sudah komunikasi,” ujar Santoso.
Masih ada satu jejak pendidikan Habibi yang tertinggal di Cirebon, yakni rapor dari sekolah asalnya. Setelah kelengkapan administrasi terpenuhi, jejak itu akan menjadi bagian dari langkahnya untuk kembali belajar melalui Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).
“Rapor-nya di Cirebon. Pindah ke SKB, yang biasa disebut sekolah kejar paket (A, B, C), tapi yang negeri,” ucap Santoso.
Penulis: Chofifah Lutfunnisa - Universitas Bakrie
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....