Siraman Rohani di Lapas Perempuan Damiana Ajak Warga Binaan Menghadapi Badai
- 22 Sep 2026 09:14 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Penyuluh Agama Katolik Kemenag Jakarta Timur Berikan Siraman Rohani di Lapas Perempuan
- “Yesus Meredakan Badai”, Pesan Penguatan Iman bagi Warga Binaan Lapas Perempuan
- Penyuluh Agama Katolik Kemenag Jakarta Timur Hadirkan Renungan dan Ekoteologi di Lapas
RRI.CO.ID, Jakarta - Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Jakarta Timur memberikan bimbingan dan penyuluhan rohani kepada 25 peserta di Lapas Perempuan Kelas 2 Pondok Kopi, Jakarta Timur, Selasa, 22 September 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua penyuluh agama Katolik, Damiana dan Januarius, yang memberikan materi berbeda namun saling berkaitan dengan kehidupan iman, keteguhan menghadapi persoalan, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Damiana mengangkat tema “Yesus Meredakan Badai”. Tema tersebut menjadi bahan refleksi bagi para peserta untuk menghadapi berbagai persoalan kehidupan dengan tetap berpegang pada iman dan harapan.
Dalam penyuluhannya, Damiana menggunakan bahan presentasi dan video yang mengangkat perjalanan hidup Paus Yohanes Paulus II. Kisah tersebut menceritakan pengalaman kehilangan orang-orang terdekat dalam kehidupannya, mulai dari ibu, kakak, hingga ayahnya.
Di tengah berbagai kehilangan tersebut, Yohanes Paulus II kemudian menentukan pilihan hidupnya untuk menjadi pastor. Perjalanan panggilan itu terus berlanjut hingga dirinya terpilih menjadi Paus.
Damiana mengatakan, kisah tersebut dapat menjadi refleksi bahwa pengalaman sulit tidak selalu menjadi akhir dari perjalanan seseorang.
“Ketika menghadapi badai kehidupan, kita diajak untuk tidak kehilangan harapan. Ada saat-saat dalam kehidupan ketika kita mengalami kehilangan dan kesulitan, tetapi kita tetap dapat menentukan sikap dan melangkah dengan iman,” ujar Damiana.
Menurutnya, tugas penyuluh agama tidak hanya menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga memberikan pendampingan spiritual, penguatan iman dan motivasi kepada kelompok binaan serta masyarakat Katolik di Jakarta Timur.
Penyuluh agama juga menjalankan fungsi edukatif dengan membina dan mengajarkan nilai-nilai ajaran iman Katolik agar umat dapat bertumbuh dalam kehidupan rohani yang selaras dengan nilai keagamaan dan kehidupan berbangsa.
Selain itu, penyuluh memiliki fungsi informatif sebagai salah satu penghubung pemerintah, khususnya Kementerian Agama, dalam menyampaikan pesan cinta kasih, perdamaian, serta program pembangunan kepada masyarakat.
Sementara itu, penyuluh agama Katolik Januarius menyampaikan materi bertema “Ekoteologi”. Materi tersebut mengajak peserta memahami pentingnya menjaga bumi dan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab manusia.
Januarius mengajak peserta melihat kepedulian terhadap lingkungan bukan sekadar persoalan kebersihan, tetapi juga bagian dari penghayatan iman dan tanggung jawab bersama.
Melalui dua materi tersebut, kegiatan penyuluhan tidak hanya memberikan penguatan rohani, tetapi juga mendorong peserta untuk membangun sikap peduli terhadap sesama, lingkungan dan kehidupan bermasyarakat.
Damiana menambahkan, penyuluh agama juga memiliki peran dalam membangun wawasan kebangsaan, menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
Di tengah masyarakat yang majemuk, penyuluh juga turut mendorong dialog, kerja sama lintas agama, toleransi dan kerukunan.
Kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang dilakukan Damiana dan Januarius tidak hanya berlangsung di Lapas Perempuan Kelas 2 Pondok Kopi. Penyuluhan juga dilakukan di berbagai tempat di wilayah Jakarta Timur.
Selain kegiatan tatap muka, dilakukan pula rekaman materi siraman rohani untuk mendukung program siaran rohani di RRI Jakarta melalui Programa 1.
Damiana mengatakan, penyuluhan melalui berbagai ruang pelayanan tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan pesan iman, pengharapan, kasih, perdamaian dan kepedulian terhadap kehidupan bersama.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan mendapatkan penguatan untuk menjalani kehidupan dengan iman dan harapan, sekaligus mampu melihat setiap tantangan sebagai kesempatan untuk bertumbuh dan memperbaiki diri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....