Hidroponik Jadi Solusi Pertanian di Lahan Terbatas Kepulauan Seribu

  • 14 Sep 2026 20:59 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta — Pemanfaatan lahan sekolah untuk mendukung ketahanan pangan terus dikembangkan di wilayah Kepulauan Seribu. Salah satunya dilakukan di SMA Negeri 69 Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu Utara, melalui budidaya tanaman dengan metode hidroponik.

Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kabupaten Kepulauan Seribu berhasil memanen pakcoy sebanyak 5 kilogram dan kangkung 2 kilogram dari satu rak hidroponik yang berada di lingkungan sekolah.

Kepala Seksi Ketahanan Pangan Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Helena Simarmata, mengatakan kegiatan panen tersebut merupakan bagian dari pemanfaatan lahan sekolah untuk budidaya tanaman pangan menggunakan metode hidroponik.

"Panen kali ini dilakukan pada satu rak hidroponik dengan sistem Deep Flow Technique atau DFT. Komoditas yang dipanen berupa pakcoy sebanyak lima kilogram dan kangkung dua kilogram," ujar Helena, Senin 14 September 2026.

Menurut Helena, rak hidroponik tersebut memiliki 72 lubang tanam dengan luasan lahan sekitar 24 meter persegi. Kegiatan panen turut diikuti 15 peserta yang terdiri dari tenaga pendidik dan PJLP Sudin KPKP Kepulauan Seribu.

Ia menjelaskan, budidaya hidroponik menjadi salah satu alternatif pemanfaatan lahan terbatas di wilayah kepulauan. Selain menghasilkan bahan pangan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi warga sekolah untuk mengenal pertanian sekaligus mendorong kemandirian pangan.

"Budidaya hidroponik cukup sesuai diterapkan di wilayah Kepulauan Seribu karena dapat dilakukan pada lahan yang terbatas. Hasil panennya juga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di lingkungan sekolah," katanya.

Sementara itu, salah seorang guru SMA Negeri 69 Pulau Pramuka, Soleh, mengapresiasi kegiatan panen hidroponik tersebut. Menurutnya, keberadaan kebun hidroponik memberikan manfaat langsung bagi warga sekolah.

"Selain menghasilkan sayuran untuk dikonsumsi, kegiatan ini juga menjadi contoh pemanfaatan lahan sekolah secara produktif. Ke depan, kami berharap budidaya hidroponik ini dapat terus dikembangkan," ujarnya.

Panen hidroponik di SMA Negeri 69 Pulau Pramuka tidak sekadar menghasilkan sayuran. Di tengah keterbatasan lahan di wilayah kepulauan, kebun kecil tersebut menjadi contoh bahwa ruang sekolah dapat diubah menjadi sumber pangan sekaligus ruang belajar bagi para siswa dan warga sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....