Dari Jakarta, Siswa AGS Membangun Jembatan Peradaban Indonesia-Timur Tengah

  • 15 Sep 2026 19:54 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Arabic Global School menyelenggarakan AGS Expo 2026 pada 11-12 September 2026 dengan tema Jembatan Peradaban yang menghubungkan Indonesia dan Timur Tengah.
  • Pameran ini mendapat dukungan penuh dari Kedutaan Besar Kuwait dan dihadiri oleh Duta Besar Kuwait Khaled Jassim Al Yaseen serta berbagai tokoh diplomatik dan pemerintahan.
  • Acara ini melibatkan partisipasi International Islamic Charity Organization, institusi pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan untuk memperkuat dialog budaya dan peradaban.

RRI.CO.ID, Jakarta – Arabic Global School (AGS) yang berlokasi di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, menyelenggarakan AGS Expo 2026 dengan mengusung tema “Jembatan Peradaban: Indonesia dan Timur Tengah” pada Jumat dan Sabtu, 11–12 September 2026 kemarin.

Pameran ini diselenggarakan dengan dukungan Kedutaan Besar Kuwait untuk Republik Indonesia dan dihadiri oleh Duta Besar Kuwait, Yang Mulia Khaled Jassim Al Yaseen, bersama sejumlah duta besar, perwakilan misi diplomatik, serta tokoh pemerintahan, pendidikan, dan kebudayaan. Turut hadir perwakilan International Islamic Charity Organization (IICO) serta sejumlah institusi pendidikan dan organisasi kemasyarakatan.

AGS Expo 2026 bukan sekadar perayaan sekolah atau rangkaian perlombaan, melainkan merupakan puncak dari sebuah proyek pendidikan yang melibatkan para siswa sekolah dasar dalam proses persiapan dan penyajiannya, khususnya pada rangkaian kegiatan hari pertama. Sementara itu, anak-anak jenjang Taman Kanak-Kanak berpartisipasi dalam berbagai kegiatan dan perlombaan yang dilaksanakan pada hari kedua pameran.

Museum yang Menceritakan Kisah Hubungan Antarperadaban

“Museum Peradaban” menjadi salah satu bagian yang paling menonjol dalam pameran ini. Para siswa sekolah dasar mengajak para tamu dalam perjalanan edukatif yang diawali dengan pengenalan geografi Jazirah Arab dan kawasan Timur Tengah beserta kebudayaannya. Perjalanan tersebut kemudian berlanjut pada pembahasan mengenai jalur komunikasi dan pelayaran laut pada masa lalu yang menghubungkan para pedagang, ilmuwan, dan penjelajah Arab dengan Indonesia.

Stan-stan berikutnya menampilkan kekayaan dan keberagaman budaya Indonesia, kemudian membahas kontribusi para ilmuwan Muslim dalam bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan, serta hubungan peradaban yang telah terjalin selama berabad-abad antara Indonesia dan dunia Arab.

Para siswa bertugas mempresentasikan dan menjelaskan proyek-proyek tersebut kepada para pengunjung dengan memanfaatkan keterampilan penelitian, bahasa, komunikasi, serta kemampuan berbicara di hadapan publik yang telah mereka pelajari.

"Melalui tema Jembatan Peradaban, kami ingin anak-anak mengalami sebuah proses pembelajaran yang menghubungkan apa yang mereka pelajari di dalam kelas dengan dunia di sekitar mereka. Kami juga ingin mereka belajar menghargai keberagaman, bekerja sama dengan orang lain, serta menyampaikan apa yang telah mereka pelajari dengan penuh percaya diri. Pendidikan tidak hanya terbatas pada pengetahuan akademik, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, keterampilan, dan nilai-nilai dalam diri anak," kata penyelenggara kegiatan, melalui keterangan tertulis yang diterima RRI, Selasa, 15 September 2026.

Pembukaan yang Memadukan Budaya dan Pendidikan

Hari pertama AGS Expo 2026 diawali dengan pembukaan resmi yang meliputi pembacaan Al-Qur’an, lagu kebangsaan Indonesia Raya, lagu kebangsaan Kuwait, dan lagu sekolah, serta sambutan resmi dan pemutaran film pengenalan sekolah.

Para siswa sekolah dasar juga menampilkan “Parade Peradaban”, sebuah pertunjukan opera musikal, serta peragaan busana tradisional yang menggambarkan keberagaman budaya Indonesia dan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

Rangkaian pembukaan kemudian ditutup dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah tamu undangan, dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pita sebagai tanda dibukanya Museum Peradaban dan dimulainya kunjungan resmi ke berbagai stan di dalam museum.

Keterlibatan para siswa sekolah dasar dalam rangkaian pembukaan, pertunjukan, dan Museum Peradaban mencerminkan salah satu tujuan utama AGS Expo, yaitu memberikan peran aktif kepada anak dalam proses pembelajaran serta mengembangkan kemampuan mereka dalam berekspresi, berkomunikasi, dan bekerja sama dengan orang lain, bukan hanya menerima informasi di dalam kelas.

Hari Terbuka untuk Anak-Anak dan Keluarga

Rangkaian AGS Expo berlanjut pada hari kedua melalui program terbuka bagi anak-anak dan keluarga. Kegiatan tersebut meliputi berbagai perlombaan azan, mewarnai, spelling bee, serta pertunjukan seni dan budaya, dilengkapi dengan stan-stan interaktif dan bazar sekolah.

Anak-anak Taman Kanak-Kanak, siswa sekolah dasar, serta anak-anak peserta dari luar sekolah mengikuti berbagai perlombaan dan kegiatan yang disesuaikan dengan usia mereka. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengekspresikan bakat dan kreativitas mereka serta tampil di hadapan publik dalam lingkungan pendidikan yang mendukung dan mendorong kepercayaan diri mereka.

Para pengunjung juga berkesempatan mengenal lebih jauh lingkungan pendidikan di sekolah, program akademik dan kebahasaannya, serta mekanisme pendaftaran siswa baru.

Rangkaian AGS Expo 2026 ditutup dengan pengumuman hasil perlombaan serta pemberian penghargaan kepada para pemenang dan peserta, dalam suasana yang mempertemukan para siswa, keluarga mereka, dan para tamu sekolah.

Pendidikan Tiga Bahasa dengan Identitas yang Terbuka terhadap Dunia

Arabic Global School menyelenggarakan pendidikan multibahasa yang memadukan bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Arab dalam lingkungan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Pendidikan tersebut bertujuan membangun karakter anak secara akademik, linguistik, dan sosial.

Program pendidikan di sekolah ini memadukan kurikulum nasional Indonesia, materi Cambridge International, serta kurikulum bahasa Arab, sehingga menciptakan keseimbangan antara tuntutan pendidikan nasional, pengembangan kompetensi akademik berdasarkan standar internasional, serta penguatan bahasa Arab dan nilai-nilai Islam.

Pihak sekolah menegaskan bahwa keberadaan kata “Arab” dalam nama sekolah tidak berarti bahwa sekolah tersebut diperuntukkan khusus bagi siswa Arab. Sekolah terbuka bagi siswa dari berbagai kewarganegaraan dan latar belakang budaya.

Bahasa Arab menjadi salah satu jembatan pengetahuan dan komunikasi yang diberikan sekolah kepada para siswanya, di samping kemampuan berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Semua itu berlangsung dalam lingkungan sekolah yang multikultural, yang membantu anak untuk menghargai identitas dan nilai-nilai yang dimilikinya, memahami dunia di sekitarnya, serta menghadapi berbagai perbedaan dengan sikap saling menghormati dan penuh percaya diri.

Awal bagi Kerja Sama Pendidikan dan Budaya yang Baru

Manajemen sekolah memandang AGS Expo 2026 bukan sebagai akhir dari sebuah proyek sekolah, melainkan sebagai awal terbukanya ruang kerja sama yang lebih luas antara institusi pendidikan, masyarakat, perwakilan diplomatik, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap bidang pendidikan dan kebudayaan.

Sekolah berharap dapat mengembangkan berbagai bentuk kerja sama pendidikan dan budaya yang dapat memperluas pengalaman belajar para siswa, mendukung pertukaran pengetahuan, serta mendekatkan masyarakat Indonesia dengan masyarakat di kawasan Timur Tengah.

Melalui pameran “Jembatan Peradaban”, para siswa AGS menyampaikan pesan yang jelas bahwa peradaban tidak dibangun melalui keterasingan. Perbedaan bahasa dan budaya dapat, melalui pendidikan, diubah menjadi ruang untuk saling mengenal, membangun kerja sama, dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....