Dorong Nilai Jual Olahan Ikan, Pelaku Usaha di Kepulauan Seribu Ikuti Bimtek

  • 11 Sep 2026 23:04 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, JAKARTA — Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Kepulauan Seribu menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Diversifikasi Pengolahan Hasil Perikanan Tahun 2024 yang dilaksanakan di tiga pulau pemukiman.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Arief Bela Farhana, menjelaskan bahwa diversifikasi produk olahan perikanan merupakan peluang besar bagi para pelaku usaha untuk menciptakan variasi produk baru sekaligus memperluas jangkauan pasar.

"Kami berharap peserta bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik, karena ini merupakan salah satu peluang untuk menambah ilmu dan wawasan dalam melakukan diversifikasi produk," ujar Arief saat membuka kegiatan pada Kamis 10 September 2026.

Menurutnya, hasil perikanan tidak harus selalu dijual dalam bentuk segar atau ikan konsumsi biasa. Bahan mentah tersebut dapat dikembangkan menjadi berbagai olahan bernilai tambah yang memiliki ciri khas serta nilai jual lebih tinggi.

"Jadi kami sudah mencoba salah satu sampel hasil olahan di Pulau Pari dan beberapa pulau lainnya. Ini bisa menjadi salah satu daya tarik baru sekaligus menambah nilai ekonomi," tambahnya.

Arief juga menekankan agar keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh selama bimtek tidak berhenti setelah pelatihan usai, melainkan terus diterapkan dan dikembangkan untuk memperkuat usaha yang tengah dijalankan.

"Dengan adanya bimtek ini, setelah selesai yang kami harapkan adalah bagaimana cara peserta mengembangkan diri, memanfaatkan ilmu, dan bisa berkelanjutan dalam mengembangkan usahanya," terangnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Perikanan Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Sumto, menyampaikan bahwa bimtek ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas para pelaku usaha, khususnya para anggota Poklahsar (Kelompok Pengolah dan Pemasar).

"Pesertanya dari masing-masing wilayah ada 20 orang. Mereka merupakan anggota Poklahsar maupun pelaku usaha perikanan," ungkap Sumto.

Sumto menambahkan, pengembangan produk olahan bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM lokal, terutama dalam menangkap peluang pasar pariwisata yang terus berkembang pesat di wilayah Kepulauan Seribu.

Selain pelatihan teknis, Sudin KPKP Kepulauan Seribu juga menyerahkan bantuan sarana pengolahan dan pemasaran kepada kelompok peserta, berupa kompor gas, chest freezer, vacuum sealer, dan wajan besar.

"Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan dipergunakan sebaik-baiknya untuk mendukung produksi," kata Sumto.

Menanggapi hal tersebut, salah satu peserta asal Pulau Panggang, Ekawati, mengapresiasi pelaksanaan bimtek dan bantuan peralatan yang diberikan. Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu pelaku usaha dalam mengembangkan wawasan serta variasi produk olahan ikan.

"Terima kasih, kami bersyukur mendapat ilmu baru. Semoga dengan adanya bimtek ini, produk kami bisa terus berkembang dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi," ungkap Ekawati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....