Krakatau Bererupsi, Nakhoda Kapal Tegaskan Wisata Kepulauan Seribu Tetap Aman

  • 07 Sep 2026 17:56 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, JAKARTA — Para nakhoda kapal tradisional penyeberangan rute Kepulauan Seribu memastikan bahwa aktivitas wisata dan pelayaran di kawasan Kepulauan Seribu tetap dalam kondisi aman. Kekhawatiran sebagian masyarakat terkait dampak erupsi Gunung Anak Krakatau maupun potensi banjir rob dinilai tidak memengaruhi kawasan perairan tersebut.

Ashabul Yamin, salah seorang nakhoda kapal tradisional rute Pulau Pramuka dan Pulau Panggang, menegaskan bahwa aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau tidak membawa dampak buruk bagi jalur pelayaran maupun kawasan pulau.

"Kalau masalah dampak Krakatau 'batuk' (erupsi), itu sepertinya tidak kena, aman. Jalur untuk wisatawan dan di pulau-pulau juga masih sangat aman," ujar Yamin saat ditemui RRI Jakarta, Senin 7 September 2026.

Selain isu erupsi gunung berapi, Yamin juga menepis kekhawatiran terkait potensi ancaman banjir rob di kawasan Kepulauan Seribu. Menurutnya, wisatawan tidak perlu ragu atau merasa cemas jika ingin berkunjung.

"Tidak ada terdampak banjir rob, aman. Di pulau itu pokoknya aman, tidak ada banjir," terangnya.

Ia pun mengimbau kepada calon wisatawan untuk tidak takut datang dan menikmati keindahan alam Kepulauan Seribu. Pihaknya memastikan operasional kapal penyeberangan tradisional tetap berjalan normal dan siap melayani para pengunjung.

Diketahui aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu 4 September membawa dampak hingga ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Sebaran abu vulkanik terpantau mencapai sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat akibat terbawa arah angin.

Kondisi tersebut mulai dirasakan masyarakat, terutama di sejumlah kawasan Jakarta Utara. Abu vulkanik yang terbawa angin berpotensi mengganggu aktivitas warga serta menurunkan kualitas udara apabila konsentrasinya meningkat.

Pemerintah daerah bersama petugas terkait melakukan langkah mitigasi untuk mengurangi dampak abu. Di Jakarta Utara, petugas mengerahkan kendaraan pemadam dan street sweeper yang dilengkapi penyemprot air untuk membersihkan serta mengurangi partikel abu vulkanik di ruas jalan.

Salah satu upaya dilakukan di sejumlah ruas jalan di Jakarta Utara dengan menyemprotkan kabut air agar abu yang beterbangan dapat ditekan. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan juga diimbau menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan abu vulkanik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....