CEO Build 2026 Kembali Bangun 40 Rumah Layak Huni

  • 31 Agt 2026 23:04 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Habitat for Humanity Indonesia menyelenggarakan CEO Build 2026, kegiatan amal dan sukarela yang mempertemukan para pengusaha, CEO, dan eksekutif untuk mendukung penyediaan rumah layak huni bagi keluarga berpenghasilan rendah.

Kegiatan yang kembali dipimpin Edwin Soeryadjaya tersebut melibatkan lebih dari 80 peserta dan berlangsung di Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Edwin mengatakan, sebanyak 40 rumah dibangun melalui program tersebut di Desa Wanaherang. Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2015, program CEO Build disebut telah berkontribusi dalam pembangunan 122 rumah layak huni di berbagai wilayah Indonesia.

“Kontribusi tersebut meliputi empat rumah di Kabupaten Bogor pada 2015, 11 rumah di Kabupaten Gresik pada 2019, 29 rumah di Kabupaten Banyuwangi pada 2022, 38 rumah di Kabupaten Bogor pada 2025, serta 40 rumah melalui CEO Build 2026 di Desa Wanaherang, Kabupaten Bogor,” kata dia melalui keterangan tertulis, Senin, 31 Agustus 2026.

Capaian tersebut dinilai menjadi bukti berkembangnya kolaborasi antara pemimpin bisnis, sektor swasta, dan Habitat for Humanity Indonesia dalam memperluas akses keluarga berpenghasilan rendah terhadap hunian yang layak.

“Kegiatan volunteerism selalu memberikan nilai yang luar biasa, baik bagi saya pribadi maupun bagi lingkungan di sekitar saya. Saya sangat bersyukur, melalui kegiatan yang telah dilakukan selama bertahun-tahun ini, semakin banyak rekan pebisnis yang turut mengambil bagian dalam membangun Indonesia,” ujar Edwin.

Ia berharap semangat kerelawanan tersebut dapat terus berkembang dan mengajak lebih banyak pihak terlibat dalam membantu masyarakat.

“Saya berharap semangat kebaikan ini dapat terus ditularkan, sehingga semakin banyak keluarga dapat memperoleh rumah yang layak huni,” imbuhnya.

Selain pembangunan rumah di Desa Wanaherang, Bogor, Habitat Indonesia juga menggalang dana untuk mendukung pemulihan keluarga penyintas gempa di Flores.

Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk program renovasi 200 rumah yang mengalami kerusakan ringan dan sedang di Flores.

Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia, Handoko Ngadiman mengatakan, persoalan perumahan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk sektor swasta.

“Sejalan dengan SDG 11, kami terus mendorong keterlibatan sektor swasta dan berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan lingkungan permukiman yang berkelanjutan,” ungkap Handoko.

Menurutnya, kolaborasi yang terjalin melalui program tersebut diharapkan dapat terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut berkontribusi dalam mengatasi persoalan perumahan di Indonesia.

“Kami berharap semangat kolaborasi ini dapat terus tumbuh dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut berkontribusi dalam mengatasi persoalan perumahan di Indonesia,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....