Lapas Narkotika Jakarta Gelar Maulid Nabi SAW
- 27 Agt 2026 14:50 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW
RRI.CO.ID, Jakarta - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Jakarta, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan nilai-nilai keagamaan, bagi warga binaan. Dikutip dari Antara, Rabu 26 Agustus 2026, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta, Aliandra Harahap mengatakan, kegiatan itu diharapkan dapat memberikan pengalaman, serta motivasi bagi warga binaan, selama menjalani masa pembinaan.
"Alhamdulillah kita telah melaksanakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Untuk memberikan pengalaman hidup kepada warga binaan," ujar Aliandra di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta.
Peringatan itu diisi dengan tausiah, dan berbagi pengalaman bersama motivator sekaligus seniman, Raden Rizki Mulyawan Kartanegara Hayang Denda Kusuma atau Dik Doank. Serta Ustaz Chavchay Syaifullah.
Aliandra berharap, kehadiran Dik Doank dapat memberikan perspektif, dan inspirasi kepada warga binaan, mengenai perubahan kehidupan. Serta kedekatan dengan nilai-nilai agama.
"Untuk memberikan pengalaman hidup kepada warga binaan. Bagaimana pengalaman yang dimiliki bang Dik Doang, ketika hijrah di kehidupan selebriti, ke kehidupan yang dekat dengan nilai-nilai agama," kata Aliandra.
Menurutnya, pengalaman itu dapat menjadi gambaran bagi warga binaan, untuk mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik, setelah menyelesaikan masa pidana. Sekitar 700 santri warga binaan, yang merupakan perwakilan dari setiap blok hunian, mengikuti rangkaian kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
"Ini merupakan kegiatan rutinitas. Di mana kita merayakan kegiatan-kegiatan besar keagamaan, bertepatan dengan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW," kata Aliandra.
Ia berharap, nilai-nilai yang diajarkan Nabi Muhammad SAW dapat diterapkan warga binaan, sebagai bekal dalam menjalani kehidupan. Baik selama berada di lapas, maupun setelah kembali ke masyarakat.
"Saat ini mereka sedang mempersiapkan diri mendapatkan bekal menjadi lebih baik, sebelum mereka bebas. Dan masa depan tentu masih ada, ketika mereka terus berusaha menjadi lebih baik," kata Aliandra.
Sementara itu, Dik Doank mengatakan kunjungannya ke lapas menjadi kesempatan, untuk mengajak warga binaan memahami arti kemerdekaan, dari sudut pandang yang lebih luas. "Kita datang kemari sebenarnya kita yang ingin belajar dari mereka. Karena mereka sudah selesai dengan kemerdekaannya, tidak mengambil hak orang, tidak mencuri barang haram, tidak menjual juga," ucap Dik Doank.
Ia menilai kemerdekaan tidak hanya berkaitan dengan kebebasan. Tetapi juga kemampuan seseorang dalam memahami dan menjalankan aturan, norma, nilai agama, serta adab dalam kehidupan sehari-hari.
Dik Doank berharap, proses perubahan yang dijalani warga binaan, dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka. Sekaligus membawa manfaat dan rasa aman bagi masyarakat, ketika mereka kembali ke lingkungan masing-masing. (Ike Chelia Putri – mahasiswi magang Universitas Gunadarma)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....