Kajian Humaniora Bthari Sri Bahas Nilai Lokal
- 25 Agt 2026 11:07 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Kajian Humaniora Bthari Sri Bahas Nilai Lokal
RRI.CO.ID, Jakarta — Kajian Humaniora Bthari Sri ke-5 menjadi ruang diskusi mengenai peran nilai lokal dan agama dalam menghadapi perkembangan modernisasi serta kecerdasan buatan. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Pondok Indah, Jakarta, Minggu 23 Agustua 2026.
Kajian mengangkat tema “Transformasi Nilai Lokal dan Agama untuk Menjawab Tantangan Modernisasi”. Diskusi menghadirkan mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., serta Dr. Sri Teddy Rusdy sebagai pembicara utama.
Muhadjir Effendy membahas perkembangan kecerdasan buatan yang berlangsung lebih cepat dibandingkan kemampuan manusia dalam beradaptasi secara budaya dan etis. Menurutnya, perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan penguatan nilai moral yang bersumber dari agama dan tradisi lokal.
Ia menilai nilai-nilai lokal tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga manusia agar tetap memiliki landasan etika di tengah perkembangan teknologi digital. Hal tersebut menjadi penting ketika berbagai keputusan dalam kehidupan mulai melibatkan sistem berbasis algoritma dan kecerdasan buatan.
Sementara itu, Sri Teddy Rusdy yang dikenal sebagai pakar filsafat Jawa dan filsafat wayang mengangkat perspektif berbeda melalui bukunya, Rahwana Putih. Ia mengajak peserta melihat tokoh Rahwana tidak semata-mata sebagai simbol kejahatan, tetapi juga dari sisi kemanusiaan, prinsip, serta kompleksitas karakter yang terdapat di dalamnya.
Diskusi tersebut menyimpulkan bahwa modernisasi merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari, namun perlu dihadapi secara kritis. Nilai lokal dan spiritualitas agama dinilai perlu terus dikaji dan dikembangkan agar tetap relevan dalam menjawab perubahan zaman tanpa kehilangan substansi kemanusiaannya.
Kajian Humaniora Bthari Sri menjadi ruang ekspresi dan diskusi budaya yang mempertemukan pemikiran tentang teknologi, agama, tradisi, filsafat, dan kemanusiaan. Forum tersebut mengingatkan bahwa semakin berkembangnya teknologi, semakin penting pula manusia menjaga nilai dan jati dirinya agar kemajuan tidak menghilangkan dimensi kemanusiaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....