Maulid Nabi, Momentum Menumbuhkan Kecintaan dan Meneladani Akhlak Rasulullah

  • 22 Agt 2026 15:12 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Kecintaan kepada Rasulullah perlu diwujudkan melalui akhlak, seperti jujur, amanah, sabar, santun, dan peduli terhadap sesama.
  • Keteladanan Rasulullah tetap relevan di tengah tantangan kehidupan modern, termasuk dalam berkomunikasi dan bermedia sosial.
  • Bulan Maulid menjadi momentum meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus mengenal keteladanan beliau.

RRI.CO.ID, Jakarta: Bulan Maulid bukan sekadar momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Lebih dari itu, momen ini dapat menjadi pengingat bagi umat Islam untuk kembali menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah sekaligus meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut menjadi bahasan dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026, dengan tema “Momentum Bulan Maulid sebagai Bulan Peningkatan Kecintaan kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam”. Program ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Tanah Abang, Muhamad Iqbal Akmaludin, S.Hum sebagai narasumber.

“Maulid Nabi bukan hanya momentum untuk mengingat kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi kesempatan bagi kita untuk meningkatkan kecintaan kepada beliau dengan mengenal dan meneladani akhlaknya,” ujar Muhamad Iqbal Akmaludin.

Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan atau kegiatan seremonial. Kecintaan tersebut perlu tercermin melalui sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

“Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW seharusnya tidak berhenti pada ucapan atau peringatan saja. Kecintaan itu perlu dibuktikan melalui perilaku dan akhlak kita dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Akhlak Rasulullah, seperti kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama, dinilai tetap relevan diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini. Terlebih di tengah derasnya arus informasi dan komunikasi digital yang sering kali menghadirkan berbagai tantangan dalam menjaga tutur kata dan perilaku.

“Di tengah kehidupan yang semakin kompleks, keteladanan Rasulullah tetap sangat relevan. Cara kita berbicara, bersikap, menggunakan media sosial, dan memperlakukan sesama juga menjadi bagian dari bagaimana kita menunjukkan akhlak,” tuturnya.

Momentum Maulid juga dapat menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi diri. Umat Islam diajak tidak hanya mengenal perjalanan hidup Rasulullah, tetapi juga berusaha menerapkan nilai-nilai yang dicontohkan beliau.

“Momentum Maulid sebaiknya kita jadikan sebagai waktu untuk melakukan evaluasi diri. Sudah sejauh mana akhlak Rasulullah kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari?” ujarnya.

Dengan begitu, peringatan Maulid Nabi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong perubahan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, lingkungan sosial, maupun masyarakat.

“Jangan sampai kita hanya mengenal sejarah kehidupan Rasulullah, tetapi tidak berusaha mengikuti nilai-nilai yang beliau ajarkan. Karena mencintai Rasulullah berarti berusaha mengikuti keteladanan beliau,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....