Mimbar Agama Islam di RRI, Ajak Umat Bijak dalam Bermedsos

  • 28 Jul 2026 19:24 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Melalui media sosial, informasi dapat tersebar dengan sangat cepat dan menjangkau banyak orang.

Namun, kemudahan tersebut juga membawa tantangan berupa penyebaran informasi yang belum tentu benar, ujaran kebencian, provokasi, serta berbagai konten yang dapat memecah persatuan. Oleh karena itu, setiap pengguna media sosial dituntut untuk memiliki kebijaksanaan dalam menerima, menyaring, dan membagikan informasi.

Salah satu nilai utama dalam bermedia sosial adalah toleransi, yaitu sikap saling menghargai perbedaan suku, agama, ras, budaya, maupun pandangan.

"Perbedaan itu merupakan anugerah yang memperkaya kehidupan bermasyarakat, sehingga tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling mencela atau menyebarkan kebencian," kata Penyuluh Agama Islam, Indah Lestari, dalam acara Mimbar Agama Islam, di Pro1 RRI Jakarta dengan tema "Toleransi dan menghindari firman" dikutip pada Selasa, 28 Juli 2026.

Lebih lanjut ia menyampaikan, dengan mengedepankan sikap toleran, media sosial dapat menjadi ruang yang sehat untuk berdiskusi, berbagi inspirasi, serta mempererat persaudaraan dan persatuan bangsa.

"Selain toleransi, setiap pengguna media sosial juga perlu menerapkan tabayun, yaitu memastikan kebenaran suatu informasi sebelum mempercayai ataupun menyebarkannya," ujarnya.

Maka dari itu, sikap tabayun mengajarkan kita untuk tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum jelas sumbernya, tidak tergesa-gesa memberikan komentar, serta selalu melakukan verifikasi terhadap fakta yang diterima. Dengan demikian, kita dapat mencegah penyebaran hoaks, fitnah, dan informasi menyesatkan yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

"Mari kita jadikan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan kebaikan, ilmu pengetahuan, dan semangat persatuan," sarannya.

Pada bagian lain Indah Lestari juga menegaskan, bahwa bijak dalam bermedia sosial dimulai dari kesediaan untuk menghormati sesama melalui sikap toleransi serta membiasakan tabayun sebelum bertindak.

"Dengan perilaku tersebut, kita dapat menciptakan ruang digital yang aman, damai, beretika, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan kehidupan yang harmonis," jelasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....