Ternyata Cikal Bakal Ambulans Berasal dari Medan Perang, Bukan Rumah Sakit
- 23 Jun 2026 16:51 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Banyak orang menganggap ambulans lahir sebagai bagian dari layanan rumah sakit modern. Namun sejarah menunjukkan hal berbeda. Kendaraan penyelamat nyawa itu justru berkembang dari kebutuhan mendesak di medan perang, ketika ribuan tentara terluka harus dievakuasi secepat mungkin agar tidak meninggal sebelum mendapatkan perawatan.
Apa yang kini dikenal sebagai ambulans modern merupakan hasil evolusi panjang dari kereta kuda pengangkut korban perang hingga kendaraan bermotor yang dilengkapi peralatan medis canggih. Perang, yang identik dengan kehancuran, ternyata menjadi salah satu pemicu lahirnya sistem transportasi medis darurat yang menyelamatkan jutaan nyawa hingga saat ini.

Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI mendefinisikan ambulans sebagai kendaraan yang dilengkapi peralatan medis untuk mengangkut orang sakit atau korban kecelakaan. Definisi itu mencerminkan fungsi ambulans saat ini. Namun pada awal kemunculannya, kendaraan tersebut lebih banyak digunakan untuk mengevakuasi korban pertempuran.
Sejumlah catatan sejarah menunjukkan layanan ambulans formal pertama kali muncul pada masa Perang Salib abad ke-11 dan ke-12. Saat itu tentara yang terluka diangkut menggunakan kereta yang ditarik kuda menuju area aman untuk mendapatkan perawatan, kata laman Britannica.
Praktik tersebut kemudian berkembang melalui organisasi Hospitallers atau Order of the Hospital of St. John of Jerusalem. Kelompok ini dikenal memberikan pelayanan medis kepada korban perang dan menjadi salah satu cikal bakal layanan ambulans modern yang masih dikenal hingga sekarang melalui St. John Ambulance.
Perang Dunia I Mengubah Segalanya
Perkembangan terbesar terjadi ketika Perang Dunia I pecah pada 1914. Sebelum kendaraan bermotor digunakan secara luas, tentara yang terluka biasanya diangkut menggunakan gerobak kuda atau bahkan keranjang besar yang diikat pada bagal.
Proses evakuasi berlangsung lambat dan berbahaya. Banyak korban harus menunggu berjam-jam hingga berhari-hari sebelum tiba di rumah sakit. Selama perjalanan mereka tidak memperoleh makanan, air minum, maupun pertolongan medis.
Masih menurut ensiklopedia Britannica, sekitar seribu tentara Prancis yang terluka setelah Pertempuran Marne pada September 1914 terlantar tanpa kepastian kapan bantuan datang. Kondisi itu mendorong militer mencari solusi yang lebih cepat.
Jenderal Prancis Joseph Gallieni kemudian meminta pemilik mobil sipil membantu mengangkut tentara yang terluka dari garis depan menuju fasilitas kesehatan. Langkah tersebut menjadi titik awal lahirnya korps ambulans bermotor.
Dalam hitungan minggu, organisasi seperti American Volunteer Motor Ambulance Corps dan American Ambulance Field Service mulai mengoperasikan armada kendaraan bermotor untuk mengevakuasi korban perang.
Meski kendaraan tersebut masih sederhana dan belum dilengkapi tenaga medis profesional, sistem itu terbukti mampu menyelamatkan banyak nyawa.
"Korps ambulans bermotor menjadi perbedaan antara hidup dan mati bagi banyak tentara," kata Britannica dalam ulasannya mengenai inovasi medis yang lahir dari Perang Dunia I.
Dari Medan Tempur ke Ruang Gawat Darurat
Sejarah menunjukkan inovasi medis militer tidak berhenti di medan perang. Banyak metode penyelamatan korban yang kemudian diadopsi rumah sakit sipil.
Britannica mencatat berkembangnya spesialisasi kedokteran darurat dipengaruhi oleh prosedur militer seperti penanganan cepat korban luka berat dan transportasi segera menuju rumah sakit. Konsep itu kemudian melahirkan pelatihan paramedis modern dan unit gawat darurat yang dikenal saat ini.
Dengan kata lain, sistem yang sekarang digunakan ambulans untuk merespons kecelakaan lalu lintas, serangan jantung, maupun bencana sebenarnya merupakan adaptasi dari teknik penyelamatan korban perang.
London Menjadi Contoh Transformasi Ambulans Modern
Transformasi ambulans juga terlihat di Inggris. London Ambulance Service mencatat bahwa pada akhir abad ke-19 pasien masih diangkut menggunakan tandu beroda yang dioperasikan polisi, petugas pemadam kebakaran, hingga sopir taksi.
Armada ambulans pertama di London menggunakan tenaga kuda. Baru pada 1904 muncul ambulans berbahan bakar bensin yang mampu melaju hingga sekitar 24 kilometer per jam.
Perkembangan teknologi kemudian berlangsung pesat. Pada dekade 1980-an ambulans mulai dilengkapi defibrilator. Sistem komputerisasi juga mulai digunakan untuk mempercepat pengiriman bantuan.
Memasuki abad ke-21, ambulans berubah menjadi unit perawatan berjalan yang membawa berbagai teknologi medis canggih. Di London, armada bahkan mulai beralih ke kendaraan listrik untuk meningkatkan efisiensi layanan darurat.
Ambulans Kini Menjadi Rumah Sakit Berjalan
Peran ambulans saat ini jauh melampaui fungsi transportasi. Menurut Siloam Hospitals, ambulans merupakan bagian dari Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu yang berfungsi mengangkut pasien sekaligus memberikan pertolongan pertama selama perjalanan menuju rumah sakit.
Ambulans modern dilengkapi berbagai peralatan medis seperti oksigen, monitor jantung, alat resusitasi, hingga perlengkapan penanganan trauma. Pada beberapa kasus, kondisi pasien bahkan dapat distabilkan sebelum tiba di rumah sakit.
Britannica menjelaskan bahwa ambulans masa kini dapat membawa peralatan yang setara dengan unit perawatan intensif rumah sakit. Tidak hanya kendaraan darat, pesawat dan helikopter juga digunakan sebagai ambulans untuk menjangkau daerah terpencil atau lokasi bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....