Mohsein Saleh Badegel, Mundur Dari Vice President Director di PT Mukhtara Air

  • 23 Jun 2026 14:25 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Mohsein Saleh Badegel Mundur dari Jabatan Vice President Director

RRI. CO. ID, Jakarta - Mohsein Saleh Badegel resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Vice President Director PT Manazil Al-Mukhtara Indo (Mukhtara Air). Keputusan ini diambil setelah melalui proses evaluasi dan mempertimbangkan arah strategis perusahaan, efektivitas tata kelola, serta perbedaan pandangan di tingkat manajemen dan pemegang saham.

Dalam siaran persnya yang diterima RRI pada Selasa 23 Juni 2026, dijelaskan bahwa keputusan tersebut diambil secara sadar, bertanggung jawab, dan profesional, dengan mempertimbangkan perkembangan arah strategis perusahaan, efektivitas tata kelola, serta dinamika yang terjadi dalam proses pengambilan keputusan di tingkat pemegang saham dan manajemen.

Selain itu, terdapat kondisi ketidakharmonisan serta perbedaan pandangan yang berkembang di antara para pemegang saham terkait arah perusahaan, struktur pengambilan keputusan, dan strategi bisnis ke depan. Situasi tersebut menimbulkan ketidakjelasan yang berpotensi memengaruhi stabilitas tata kelola dan efektivitas kepemimpinan perusahaan.

Oleh karena itu, Mohsein Saleh Badegel memandang bahwa langkah terbaik dan paling bertanggung jawab adalah mengundurkan diri dari jabatan Vice President Director sampai terdapat kejelasan, kesepahaman, dan penyelesaian yang baik di antara para pemegang saham mengenai arah dan masa depan perusahaan.

“Sebagai seorang profesional, saya meyakini bahwa keberhasilan sebuah perusahaan hanya dapat dicapai apabila terdapat keselarasan visi, kejelasan arah strategis, tata kelola yang kuat, serta komitmen bersama untuk menjalankan organisasi berdasarkan prinsip profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas,” kata Mohsein Saleh Badegel.

Dalam perjalanan kepemimpinannya, Mohsein menilai terdapat sejumlah perbedaan pandangan yang semakin sulit untuk dipertemukan secara konstruktif. Perbedaan tersebut mencakup aspek arah pengembangan bisnis, budaya organisasi, tata kelola perusahaan, serta strategi ekspansi dan penguatan kerja sama internasional.

Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam dunia usaha. Namun, agar perbedaan tersebut dapat menjadi kekuatan yang produktif, diperlukan kesamaan visi, kepemimpinan yang solid, komunikasi yang terbuka, serta komitmen yang kuat terhadap prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).

“Dalam kondisi di mana masih terdapat perbedaan yang mendasar di antara para pemegang saham, saya menilai diperlukan ruang dan waktu bagi seluruh pihak untuk mencapai kejelasan dan kesepahaman. Untuk itu, saya memilih mengundurkan diri dari jabatan Vice President Director agar tidak menjadi bagian dari potensi konflik kepentingan maupun ketidakpastian yang dapat menghambat proses penyelesaian tersebut,” tambah Mohsein.

Sebagai bagian dari proses transisi yang bertanggung jawab, Sami Marzooq M. Alharbi, selaku investor asing terkait, menunjuk Mohsein Saleh Badegel sebagai Corporate Authorized Representative. Penunjukan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kepentingan investasi asing tetap terlindungi, berjalan sesuai dengan ketentuan hukum serta peraturan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia, sekaligus menjaga keberlanjutan investasi, kepastian hukum, dan hubungan baik antara investor dengan para pemangku kepentingan.

“Keberlangsungan investasi dan kepatuhan terhadap regulasi Indonesia merupakan prioritas yang harus tetap dijaga. Oleh karena itu, saya memastikan bahwa seluruh kepentingan investor asing tetap mendapatkan perlindungan yang memadai serta dijalankan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik dan ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Mohsein.

Mohsein menegaskan bahwa keputusan untuk mengundurkan diri merupakan langkah yang diambil secara baik-baik dan penuh tanggung jawab demi memberikan ruang bagi perusahaan dan para pemegang saham untuk menyelesaikan berbagai perbedaan yang ada serta melanjutkan arah dan kebijakan yang dipandang tepat bagi keberlangsungan perusahaan.

“Saya percaya bahwa keputusan besar harus diambil dengan keberanian, integritas, dan tanggung jawab. Karena itu, saya memilih untuk mengakhiri keterlibatan saya secara baik-baik, dengan tetap menjunjung tinggi etika profesional, rasa hormat, dan komitmen terhadap kepentingan perusahaan serta seluruh pihak yang terlibat,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Mohsein juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh karyawan, mitra usaha, investor, regulator, dan pihak-pihak yang telah bekerja sama selama masa pengabdiannya.

Ia berharap perusahaan dapat menyelesaikan berbagai tantangan internal yang ada, memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan profesionalisme organisasi, serta membangun fondasi yang lebih kuat untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan di masa mendatang.

Bagi Mohsein Saleh Badegel, jabatan bukanlah tujuan akhir. Integritas, profesionalisme, kepatuhan terhadap hukum, dan keberanian untuk mengambil keputusan yang benar akan selalu menjadi prinsip utama dalam setiap langkah pengabdian dan perjalanan kariernya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....