Hikmah Pagi di Pro4, 'Memaknai Hijrah Dalam Islam' Bersama Ustad Hendra Kholid
- 23 Jun 2026 14:02 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Memasuki Tahun Baru Islam 1 Muharram tepatnya tanggal 16 Juni yang lalu umat Muslim diajak kembali memahami makna hijrah secara lebih mendalam. Hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi perubahan diri menuju kehidupan yang lebih baik sesuai tuntunan Allah.
Dr. Hendra Kholid, selaku narasumber dalam program siaran kajian Islam "Hikmah Pagi" di Pro4 RRI pada Selasa 23 Juni 2026, meyampaikan, bahwa hijrah berarti meninggalkan sesuatu yang dibenci Allah menuju hal-hal dicintai-Nya. Rasulullah mengajarkan bahwa makna hijrah sejati adalah perubahan menuju jalan kebaikan dan ketaatan kepada Sang Pencipta.
“Apa itu hijrah? Secara bahasa berasal dari kata hajarah. Hajarah yang berarti meninggalkan, berpindah atau memutuskan diri dari sesuatu. Secara istilah hijrah adalah meninggalkan sesuatu yang dilarang Allah menuju ketaatan dari sesuatu yang dicintai Allah”, kata ustadz Hendra.
Langkah pertama hijrah yang ditekankan adalah berpindah dari kemusyrikan menuju Tauhid dengan keyakinan penuh kepada Allah. Kehidupan akan terasa lebih ringan ketika seseorang menjadikan Allah sebagai tempat bergantung dalam setiap keadaan.
Hijrah berikutnya adalah meninggalkan kebiasaan malas salat menjadi pribadi yang disiplin menjaga ibadah lima waktu. Salat disebut sebagai hubungan paling dekat antara manusia dengan Allah sekaligus penentu amal pertama di akhirat.
”Amal pertama kali akan dihisap di Yawmul Akhir itu adalah Sholat. Allah tak tanya berapa hartamu, yang Allah tanya adalah bagaimana sholatmu sehingga sholat ini merupakan jarak terdekat antara kita kepada Allah”, ungkap ustad Hendra.
Selain itu, umat Islam juga diajak berhijrah dari kebiasaan jauh dari Al-Qur’an menjadi rajin membaca. Membaca Al-Qur’an diyakini membawa ketenangan hati serta menjadi petunjuk hidup bagi setiap Muslim beriman.
Hijrah juga diwujudkan dengan meninggalkan riba, memperbanyak sedekah, serta segera bertaubat sebelum datang kematian. Momentum Muharram menjadi pengingat bahwa setiap manusia masih memiliki kesempatan berubah menuju pribadi yang diridhai Allah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....