BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Bank BPD DIY Perluas Edukasi Jaminan Sosial Pekerja

  • 22 Jun 2026 21:13 WIB
  •  Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Gambir, Imam Santoso, menyatakan kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dengan Bank BPD DIY menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya memperkuat layanan, tetapi juga memperluas edukasi dan literasi manfaat program BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja formal maupun informal. Ia menilai masih banyak pekerja yang belum memahami pentingnya jaminan sosial sebagai perlindungan dari risiko kecelakaan kerja, kematian, hingga masa pensiun.

"Melalui sinergi dengan Bank BPD DIY, informasi mengenai program BPJS Ketenagakerjaan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat," kata Imam, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta pada Senin, 22 Juni 2026.

Lebih lanjut ia, juga menegaskan komitmen BPJS Ketenagakerjaan memperluas cakupan kepesertaan dan meningkatkan kualitas layanan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Kerja sama ini diharapkan mendukung terwujudnya perlindungan ketenagakerjaan yang lebih inklusif serta meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas pekerja Indonesia.

Seperti diberitakan sebelumnya, BPJS Ketenagakerjaan mendorong penguatan sinergi dengan Bank BPD DIY untuk memperluas literasi jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan layanan yang lebih mudah diakses, memperkuat edukasi perlindungan sosial dan keuangan, serta memperluas cakupan kepesertaan hingga sektor informal dan pelaku UMKM.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan, Bambang Joko Sutarto, saat melakukan kunjungan kerja dan pertemuan dengan jajaran manajemen Bank BPD DIY di Yogyakarta, 10 Juni 2026, mengatakan kerja sama dengan sektor perbankan membuka peluang baru dalam meningkatkan literasi jaminan sosial ketenagakerjaan.

Menurut Bambang, pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kerja sama strategis yang dapat memperkuat ekosistem perlindungan pekerja melalui sinergi layanan perbankan dan jaminan sosial ketenagakerjaan.

"Kami ingin memastikan semakin banyak pekerja memahami pentingnya perlindungan sosial sebagai fondasi ketahanan ekonomi keluarga ketika menghadapi berbagai risiko kehidupan maupun risiko pekerjaan," ujarnya.

Ia, menjelaskan, sinergi kedua institusi tidak hanya berfokus pada perluasan kepesertaan, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keuangan dan perlindungan sosial yang berkelanjutan.

Salah satu bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan yakni pelaksanaan sosialisasi dan edukasi bersama bagi pekerja, pelaku UMKM, nasabah perbankan, hingga keluarga peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Pendampingan bagi ahli waris peserta yang menerima manfaat santunan juga penting agar dana yang diterima dapat dikelola secara bijak untuk keberlangsungan ekonomi keluarga," ujarnya.

Selain penguatan literasi, kedua pihak juga membahas pengembangan layanan yang memungkinkan Bank BPD DIY menjadi salah satu kanal strategis BPJS Ketenagakerjaan dalam mempermudah pendaftaran dan pembayaran iuran.
Hingga April 2026, BPJS Ketenagakerjaan mencatat jumlah peserta mencapai 47,41 juta tenaga kerja, terdiri dari 26,87 juta pekerja formal, 13,87 juta pekerja informal, 5,96 juta pekerja jasa konstruksi, serta 710 ribu pekerja migran Indonesia. Pada periode yang sama, BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan manfaat sebesar Rp24,3 triliun untuk 1,81 juta kasus klaim dan menyalurkan Beasiswa Pendidikan senilai Rp260,9 miliar kepada lebih dari 56 ribu anak peserta.

Bambang, menegaskan, kehadiran kanal layanan yang dekat dengan masyarakat menjadi faktor penting dalam meningkatkan inklusi perlindungan sosial ketenagakerjaan.

"Penguatan kerja sama dengan Bank BPD DIY diharapkan dapat menghadirkan kemudahan pendaftaran dan pembayaran iuran melalui berbagai kanal layanan perbankan sehingga akses perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja semakin luas, mudah, dan inklusif," katanya.(Irvan).


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....