10 Muharram 2026 Jatuh pada Kamis, Simak Sejarah dan Keutamaannya
- 20 Jun 2026 10:03 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Tanggal 10 Muharram 1448 Hijriah atau Hari Asyura pada tahun 2026 jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026. Penetapan tersebut mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama dan disusun menggunakan kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Dalam kalender yang sama, 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Sementara itu, puasa Tasu'a yang dianjurkan dilaksanakan sehari sebelum Asyura, yakni pada Rabu, 24 Juni 2026.
Muharram merupakan salah satu dari empat bulan mulia dalam Islam yang dikenal sebagai asyhurul hurum. Bulan ini memiliki kedudukan istimewa karena menjadi awal tahun Hijriah sekaligus bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, termasuk berpuasa sunnah.
Penulis NU Online, Muhamad Abror, menjelaskan bahwa keutamaan Muharram berkaitan dengan keberadaan Hari Asyura pada tanggal 10 Muharram. "Dalam catatan sejarah, pada hari itu Nabi Musa alaihissalam diselamatkan Allah dari kejaran Fir'aun, sehingga beliau berpuasa sebagai bentuk syukur," ujar Abror dalam tulisannya mengenai sejarah puasa Asyura.
Tradisi puasa Asyura kemudian juga dikenal di kalangan Bani Israil. Ketika Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam tiba di Madinah dan mendapati kaum Yahudi berpuasa pada hari tersebut, beliau turut melaksanakan puasa Asyura serta menganjurkannya kepada umat Islam.
Menurut penjelasan yang dikutip NU Online dari Syekh Muhammad bin Abdul Baqi az-Zurqani, Rasulullah menjalankan puasa Asyura sebagai bagian dari pendekatan dakwah kepada Ahlul Kitab. Namun pada akhir hayatnya, Nabi menganjurkan umat Islam untuk menambah puasa pada 9 Muharram atau 11 Muharram agar berbeda dengan tradisi kaum Yahudi.
Keutamaan puasa Asyura juga disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim. Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda bahwa puasa Asyura dapat menjadi penghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang telah berlalu.
Selain itu, Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa puasa pada bulan Muharram merupakan puasa sunnah yang paling utama setelah puasa Ramadan. Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam memperbanyak puasa pada awal Muharram, terutama pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....