Dari Lereng Manglayang Timur, Koperasi dan Konservasi Berjalan Beriringan
- 07 Jun 2026 15:18 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Koperasi tersebut lahir dari kesadaran bahwa kesejahteraan petani dan kelestarian lingkungan tidak dapat dipisahkan.
RRI. CO. ID, Jakarta - Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat Manglayang Timur, Kabupaten Sumedang. Dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 5 Juni 2026, Pentahelix Center bersama Kelompok Tani Berdikari secara resmi meluncurkan Koperasi Petani Kopi Manglayang Timur (SIKOMAT) sekaligus mendeklarasikan Manifesto “7 Seruan Manglayang Timur”. Inisiatif ini menjadi langkah nyata untuk menggabungkan upaya pelestarian lingkungan dengan penguatan ekonomi masyarakat desa.
Peluncuran SIKOMAT menandai hadirnya sebuah wadah yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani, tetapi juga pada keberlanjutan kawasan hulu Manglayang Timur. Melalui koperasi, para petani diharapkan memperoleh akses yang lebih adil terhadap pasar, kelembagaan ekonomi, dan berbagai sumber daya yang mendukung kemandirian usaha pertanian mereka.
Ketua Pentahelix Center, Alip Purnomo, menegaskan bahwa koperasi tersebut lahir dari kesadaran bahwa kesejahteraan petani dan kelestarian lingkungan tidak dapat dipisahkan. “SIKOMAT bukan sekadar koperasi yang mencari keuntungan. Ini adalah instrumen perjuangan ekonomi-ekologis yang lahir dari kesadaran bahwa kesejahteraan petani dan kelestarian lingkungan harus berjalan beriringan. Tidak ada pelestarian lingkungan tanpa kesejahteraan petani,” ujarnya.
Manifesto “7 Seruan Manglayang Timur” memuat sejumlah agenda strategis, mulai dari rekonservasi kawasan hulu, penguatan hak kelola lahan dan hak ekonomi petani, pendidikan rakyat berbasis kawasan, hingga menjadikan koperasi sebagai penggerak utama ekonomi rakyat. Berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Sumedang, turut memberikan dukungan melalui penandatanganan manifesto sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat ekonomi petani dan menjaga kelestarian lingkungan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan Coffee Retreat di kawasan perkebunan kopi Manglayang Timur pada ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut. Di tengah hamparan kebun kopi dan suasana pegunungan yang sejuk, peserta berdiskusi mengenai masa depan kawasan hulu, penguatan koperasi, serta strategi menjaga keberlanjutan lingkungan. Dari lereng Manglayang Timur, Hari Lingkungan Hidup 2026 tidak hanya melahirkan seruan moral, tetapi juga menghadirkan langkah konkret melalui lahirnya SIKOMAT sebagai ikhtiar bersama untuk mewujudkan petani yang sejahtera, desa yang mandiri, dan hutan yang tetap lestari bagi generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....