Limbah Lemak dan Puing: Tantangan Pasukan Biru SDA di Saluran Pemal

  • 06 Jun 2026 09:47 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, JAKARTA – Di balik upaya pemerintah menjaga Jakarta dari ancaman banjir, terdapat sosok-sosok tangguh yang setiap harinya harus bersentuhan langsung dengan lumpur dan limbah. Mereka adalah "Pasukan Biru" dari Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara yang saat ini tengah fokus melakukan normalisasi di kawasan saluran Pemal, Cilincing/Marunda.

Normalisasi Saluran Sepanjang 350 Meter

Dahlim, Koordinator Lapangan (Korlap) SDA wilayah Pemal, menjelaskan bahwa pengerjaan pengurasan ini mencakup saluran sepanjang 350 meter dengan lebar 1,5 meter. Kondisi saluran tersebut sebelumnya sangat memprihatinkan karena tertutup tumpukan lumpur dan sampah hingga air tidak terlihat.

"Volume lumpurnya cukup tebal, sekitar 70 sampai 80 sentimeter. Pengerjaan sudah berjalan sekitar satu bulan," ujar Dahlim kepada RRI Jakarta, jum'at 5 Juni 2026.

Ia menambahkan bahwa pengurasan ini sangat penting karena saluran tersebut menjadi tumpuan pembuangan air dari lingkungan SDN 244 dan SDN 266 Jakarta yang kerap terdampak genangan jika aliran air tersumbat.

Bertaruh Nyawa di Ruang Sempit dan Bau Menyengat

Tantangan di lapangan bukan hanya soal volume lumpur yang tebal. Nurjanat (53), salah satu petugas senior yang telah bekerja selama 10 tahun, menceritakan sulitnya bekerja di gorong-gorong yang sempit dan gelap.

"Yang paling sulit itu kalau salurannya kecil, ukuran 40 atau 60 cm. Kita harus merangkak di dalam (kolong) tanpa ada tutup yang terbuka," ungkap Nurjanat. Selain ruang gerak yang terbatas, risiko turap atau jembatan rubuh juga selalu menghantui para petugas. Untuk mengatasinya, mereka sering menggunakan alat bantu bambu atau pacul panjang agar tidak perlu masuk terlalu dalam ke area yang berisiko tinggi.

Tak hanya risiko fisik, indra penciuman para petugas pun diuji setiap hari. Mereka harus berhadapan dengan bau menyengat dari limbah rumah tangga hingga limbah lemak restoran yang seringkali dibuang langsung ke saluran tanpa melalui bak kontrol atau septic tank.

Himbauan untuk Kesadaran Warga

Meski menghadapi pekerjaan yang berat dan berisiko, para petugas tetap berupaya menjaga semangat dan kebersamaan di lapangan. Namun, mereka menaruh harapan besar pada kesadaran masyarakat sekitar.

"Harapan saya kepada warga, ayolah kita sama-sama menjaga selokan ini. Jangan buang sampah sembarangan atau limbah lemak langsung ke got karena itu yang bikin mampet," tegas Dahlim.

Pasukan Biru berharap, dengan normalisasi yang dilakukan, aliran air menuju kali bisa kembali maksimal sehingga pemukiman dan sekolah di wilayah Marunda dan Cilincing tidak lagi terancam banjir saat musim penghujan tiba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....