Yayasan Beaguru Kita Indonesia Peduli Guru Honorer

  • 01 Jun 2026 23:37 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Beaguru Kita Indonesia tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga berupaya memberdayakan para guru melalui pelatihan dan pendampingan

RRI.CO.ID, Jakarta - Yayasan Beaguru Kita Indonesia (BUKIT) lahir pada tahun 2020 di tengah masa sulit pandemi COVID-19. Nama BUKIT merupakan singkatan dari Bea Guru Kita Indonesia, yang dipilih sebagai bentuk penghormatan kepada para guru atas jasa dan pengabdiannya dalam mencerdaskan generasi bangsa. Di bawah yayasan ini, hadir gerakan “30 Ribu BUKIT”, yaitu ajakan menyisihkan Rp1.000 per hari selama 30 hari untuk membantu meningkatkan kesejahteraan guru honorer prasejahtera di Indonesia.

Yayasan ini dicetuskan oleh Wafirul Hadi bersama tiga rekan lainnya, yakni Wahyu, Aziz, dan Fiqi. Gagasan tersebut berangkat dari pengalaman pribadi Wafirul sebagai anak seorang guru honorer yang pernah merasakan sulitnya kondisi ekonomi keluarga. Ketika pandemi melanda dan banyak guru honorer kehilangan penghasilan, kepedulian itu berubah menjadi aksi nyata melalui penggalangan dana dan penyaluran bantuan bagi para guru yang membutuhkan. Dari langkah sederhana tersebut, lahirlah gerakan sosial yang kini terus berkembang dan menjangkau berbagai daerah.

(Foto :Mohamad Wafirul Hadi)

Sebagai wadah kepedulian bersama, Yayasan Beaguru Kita Indonesia tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga berupaya memberdayakan para guru melalui pelatihan dan pendampingan. Beragam program telah dijalankan, mulai dari pelatihan pembuatan lilin dari minyak jelantah, membatik, ecoprint, budidaya jamur, literasi keuangan, teknologi Arduino Uno, hingga pembuatan website. Kegiatan sosial ini dikemas dalam konsep “Travelling, Finding, Giving, Eating”, yaitu menjelajahi berbagai daerah, menemukan dan memahami kondisi guru honorer secara langsung, memberikan bantuan serta pemberdayaan, sekaligus mengenal budaya lokal setempat.

Mohamad Wafirul Hadi founder 30 ribu BUKIT mengatakan mendapatkan dukungan dari relawan relawan -relawan yang mau bekerjasama dengannya.

"Saat ini, gerakan 30 Ribu BUKIT kami didukung oleh sekitar 20 relawan yang terbagi dalam tim Awardee, Donatur, dan Digital Marketing. Selain aktif melakukan ekspedisi sosial setiap tiga bulan, yayasan juga rutin mengadakan rapat koordinasi, kegiatan pengembangan kapasitas, serta mengikuti berbagai kompetisi", ujar Wafirul disaat di wawancara dalam acara Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Jakarta, Senin 25 Mei 2026, melalui sambungan telp.

(Foto : Mohamad Wafirul Hadi)

Hadi merupakan pemuda berprestasi, beliau mempunyai sejumlah prestasi yang diraihnya , di antaranya menjadi Finalis Pemuda Pelopor Tingkat Nasional tahun 2022, Awardee Wirausaha Muda Pemula (WMP) DKI Jakarta 2024, serta penerima pendanaan Program PAP DKI Jakarta pada tahun yang sama.

Di balik berbagai pencapaian tersebut, tantangan seperti keterbatasan dana, luasnya wilayah jangkauan, dan kebutuhan menjaga transparansi pengelolaan bantuan masih menjadi pekerjaan besar. Namun semangat para relawan tetap terjaga oleh senyum dan harapan yang terpancar dari para guru penerima manfaat. Ke depan, Yayasan Beaguru Kita Indonesia menargetkan dapat menjangkau guru honorer di seluruh Indonesia, mengembangkan program sociopreneur bersama guru dan siswa, menghadirkan pelatihan Teknik BUKIT, serta membangun Guru Preneur Hub sebagai pusat pengembangan kewirausahaan dan kemandirian ekonomi guru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....