Abdu Sholeh Bangun Nrincing dari Pengamatan terhadap Tren Beauty dan Wellness

  • 01 Jun 2026 16:28 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Abdu Sholeh Bangun Nrincing dari Pengamatan terhadap Tren Beauty dan Wellness

RRI. CO. ID, Jakarta - Perubahan gaya hidup masyarakat dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong pertumbuhan berbagai sektor industri, termasuk beauty dan wellness.

Meningkatnya perhatian terhadap perawatan diri, kesehatan, serta kebutuhan akan produk yang relevan dengan gaya hidup modern menciptakan peluang bagi berbagai brand untuk berkembang. Dari pengamatan terhadap perubahan tersebut, Abdu Sholeh membangun Nrincing sebagai brand yang berfokus pada kategori beauty dan wellness.

Nrincing mulai dikembangkan pada 2024 dan berbasis di Tulungagung, Jawa Timur. Sejak awal, Nrincing diarahkan sebagai modern beauty and wellness retail yang memanfaatkan perkembangan digital untuk menjangkau konsumen secara lebih luas.

Founder Nrincing, Abdu Sholeh, dalam Siaran Persnya kepada RRI, Senin 1 Juni 2028 mengatakan, ide pengembangan Nrincing berangkat dari pengamatannya terhadap perubahan pola konsumsi masyarakat. Menurutnya, masyarakat saat ini semakin memperhatikan aspek perawatan diri dan kesehatan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

“Perubahan perilaku konsumen menjadi salah satu alasan kami mengembangkan Nrincing. Kami melihat beauty dan wellness menjadi kategori yang terus berkembang dan semakin relevan bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Abdu, perkembangan teknologi digital juga memainkan peran penting dalam perubahan perilaku konsumen. Kemudahan akses informasi membuat masyarakat semakin terbuka terhadap berbagai tren baru yang berkaitan dengan beauty dan wellness.

Karena itu, Nrincing dikembangkan dengan pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan pasar. Selain menghadirkan berbagai kategori produk yang relevan, Nrincing juga memanfaatkan platform digital untuk menjangkau konsumen dari berbagai daerah.

Dalam operasionalnya, Nrincing mengusung konsep multi-brand retail yang menghadirkan berbagai pilihan produk dalam satu ekosistem penjualan. Pendekatan tersebut dilakukan untuk memberikan kemudahan akses bagi konsumen yang mencari berbagai kebutuhan beauty dan wellness dalam satu tempat.

Selain mengembangkan retail, Nrincing juga memiliki visi jangka panjang untuk mengembangkan produk dengan merek sendiri. Langkah tersebut menjadi bagian dari proses penguatan identitas brand yang dilakukan secara bertahap sesuai perkembangan bisnis.

Menurut Abdu, membangun sebuah brand tidak hanya berkaitan dengan penjualan produk, tetapi juga bagaimana memahami kebutuhan pasar dan membangun sistem yang mampu berkembang dalam jangka panjang.

Karena itu, pengembangan operasional dan peningkatan kualitas layanan menjadi bagian penting yang terus diperhatikan.

Perjalanan Nrincing menjadi contoh bagaimana pelaku usaha daerah dapat memanfaatkan perkembangan teknologi untuk membangun brand dengan jangkauan yang lebih luas.

Berangkat dari Tulungagung, Nrincing tumbuh dengan memanfaatkan perkembangan marketplace dan perubahan perilaku konsumen yang semakin dekat dengan aktivitas digital.

Selain itu, perkembangan industri beauty dan wellness dinilai masih memiliki peluang yang cukup besar di Indonesia. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perawatan diri dan kesehatan diperkirakan akan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup yang terjadi.

Ke depan, Abdu berharap Nrincing dapat terus berkembang sebagai modern beauty and wellness retail yang mampu mengikuti perubahan kebutuhan konsumen sekaligus berkontribusi dalam perkembangan industri beauty dan wellness di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....