Strategi Unik Pedagang Hewan Qurban di Jakarta: Hadirkan SPG Cowboy

  • 23 Mei 2026 13:13 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, JAKARTA– Menjelang perayaan Idul Adha 2024, persaingan pedagang hewan qurban di Ibu Kota semakin kreatif. Salah satunya dilakukan oleh Pak Ahmad Kastono (50), pemilik lapak dagang sapi dan kambing di kawasan Sungai Bambu, Jakarta Utara. Tak sekadar berjualan, ia menerapkan strategi pemasaran unik dengan menghadirkan Sales Promotion Girl (SPG) bergaya cowboy serta fasilitas Salon Sapi.

Pak Ahmad, yang telah meneruskan usaha almarhum ayahnya selama 16 tahun terakhir, menjelaskan bahwa inovasi ini bertujuan untuk memberikan pengalaman berbeda bagi pembeli sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.

SPG "Emak-emak" Bergaya Cowboy

Berbeda dengan SPG pada umumnya, Pak Ahmad memberdayakan ibu-ibu di lingkungan sekitar untuk menjadi tenaga pemasar. Dengan mengenakan kostum ala cowboy lengkap dengan topi dan sepatu bot, para SPG ini bertugas menyambut pelanggan dan menjelaskan jenis-jenis sapi yang tersedia.

"Kami sengaja merekrut ibu-ibu supaya mereka punya penghasilan tambahan. Selain itu, mereka punya kemampuan komunikasi (public speaking) yang baik untuk menawarkan dagangan kami," ujar Pak Ahmad ketika ditemui RRI Jakarta, Sabtu 23 Mei 2026.

Saat ini, ia mempekerjakan empat orang SPG yang biasanya mulai ramai bertugas pada akhir pekan atau saat ada janji temu dengan pelanggan.

Salon Sapi dan "Mani-Pedi" untuk Cegah Stres

Selain tenaga pemasar yang unik, lapak milik Pak Ahmad juga mempertahankan fasilitas "Salon Sapi" yang mencakup perawatan kebersihan hingga "mani-pedi" (perawatan kuku) bagi hewan qurban.

Menurut Pak Ahmad, perawatan ini bukan sekadar gaya-gayaan, melainkan memiliki fungsi medis yang penting. "Kami meyakini sapi memiliki tingkat stres yang tinggi. Stres ini bisa berpengaruh pada bobot sapi. Dengan perlakuan yang baik, dimandikan, dan dirawat kukunya, tingkat stres sapi menurun sehingga bobotnya tidak susut, bahkan syukur-syukur bisa bertambah," jelasnya.

Menariknya, seluruh layanan salon ini diberikan secara gratis bagi pelanggan yang sudah membeli hewan qurban di tempatnya. Hewan-hewan tersebut terus dipantau kesehatannya dan diberikan treatment agar tetap nyaman hingga hari penyembelihan.

Penjualan Meningkat Tajam

Strategi kreatif ini terbukti efektif. Meski Idul Adha masih beberapa hari lagi, stok hewan qurban di lapak Pak Ahmad sudah hampir habis.

Dari sekitar 120 ekor kambing yang didatangkan, 75 persen di antaranya telah terjual. Sementara itu, untuk sapi, dari total stok 45 hingga 50 ekor, penjualannya sudah mencapai angka 90 persen.

"Alhamdulillah, karena ini nilainya ibadah, penjualannya stabil dan cenderung meningkat dibanding tahun lalu. Penambahan fasilitas dan SPG ini memang memberikan dampak positif bagi omzet kami," tutup Pak Ahmad.

Dengan kombinasi antara pemberdayaan masyarakat, kesejahteraan hewan, dan kreativitas pemasaran, lapak sapi di Sungai Bambu ini menjadi salah satu destinasi favorit warga Jakarta untuk mencari hewan qurban yang berkualitas dan terawat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....