Tokoh Pemuda Jakbar Umar Abdul Aziz Ajak Warga Perkuat Siskamling

  • 22 Mei 2026 21:13 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Jakarta Barat belakangan ini menjadi sorotan menyusul maraknya aksi begal yang meresahkan masyarakat. Kejahatan jalanan yang terjadi di sejumlah titik permukiman maupun ruas jalan sepi tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga memicu rasa takut dan ketidakamanan di tengah warga.

Menanggapi kondisi tersebut, tokoh pemuda Jakarta Barat, Umar Abdul Aziz, menyampaikan keprihatinannya sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat keamanan lingkungan. Menurut Umar, meningkatnya kasus begal menjadi tanda bahwa sistem keamanan lingkungan perlu diperkuat kembali melalui keterlibatan aktif masyarakat dan sinergi dengan aparat penegak hukum.

“Keamanan lingkungan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi juga tugas bersama seluruh warga. Mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga pengurus RT dan RW harus ikut berperan aktif menjaga lingkungan,” ujar Umar pada Jum'at 22 Mei 2026.

Ia, menilai langkah paling mendesak yang perlu dilakukan adalah mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) secara rutin dan terorganisir. Ronda malam dinilai menjadi salah satu bentuk pencegahan paling efektif untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.

"Saya menyarankan, agar jadwal ronda difokuskan pada jam-jam rawan, khususnya mulai tengah malam hingga menjelang subuh. Selain itu, penerapan sistem satu pintu atau One Gate System di lingkungan permukiman juga dinilai penting guna mempermudah pengawasan terhadap keluar masuk orang asing pada malam hari," katanya.

Ia, juga mendorong warga untuk bergotong royong memasang kamera pengawas atau CCTV di titik-titik strategis, terutama di akses keluar masuk kampung dan area minim pengawasan.

Dalam upaya memperkuat keamanan, Umar, juga menekankan pentingnya membangun koordinasi yang erat dengan aparat kepolisian dan TNI, khususnya Bhabinkamtibmas dan Babinsa di wilayah masing-masing.

“Kehadiran aparat pembina keamanan harus dimanfaatkan secara maksimal. Warga diharapkan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan agar potensi tindak kejahatan bisa dicegah lebih awal,” ucapnya.

Ia, juga menyarankan agar pengurus lingkungan berkoordinasi dengan Polsek setempat untuk memasukkan wilayah permukiman ke dalam jalur patroli rutin malam hari. Kehadiran patroli polisi dapat memberikan rasa aman sekaligus efek jera bagi pelaku kejahatan.

"Selain pengamanan fisik, edukasi kepada masyarakat juga menjadi faktor penting dalam mencegah aksi kriminalitas. Warga diimbau lebih waspada saat beraktivitas malam hari, menghindari jalan sepi, serta tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara atau berhenti di pinggir jalan," ujarnya.

Ia, juga mengingatkan pentingnya sosialisasi nomor darurat kepolisian, termasuk layanan 110 dan nomor Polsek terdekat, agar masyarakat dapat segera meminta bantuan ketika terjadi keadaan darurat. Di sisi lain, Umar turut menyoroti pentingnya perbaikan fasilitas umum sebagai bagian dari upaya pencegahan kejahatan.

"Warga dan pemerintah daerah memastikan seluruh penerangan jalan umum berfungsi dengan baik," katanya.

Menurutnya, banyak aksi begal terjadi di lokasi gelap dan minim penerangan. Karena itu, lingkungan yang terang dan tertata diyakini dapat menekan peluang terjadinya tindak kriminal. Selain pencahayaan, Umar juga mengajak masyarakat kembali menghidupkan budaya kerja bakti untuk membersihkan lingkungan, memangkas semak belukar, dan menjaga area kosong agar tidak menjadi tempat persembunyian pelaku kejahatan.

Melalui berbagai langkah tersebut, masyarakat Jakarta Barat dapat semakin solid dalam menjaga keamanan lingkungan. Ia, optimistis, dengan semangat gotong royong dan kerja sama seluruh pihak, wilayah Jakarta Barat dapat kembali menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga. (Irvan).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....