Dua Waktu Mustajab dalam Salat
- 07 Mei 2026 06:28 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Salat bukan sekadar rangkaian gerakan, melainkan momen seorang hamba bermunajat paling dekat dengan Rabb-nya. Di antara keutamaan salat adalah adanya waktu-waktu mustajab untuk berdoa. Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa ada dua posisi utama yang sangat dianjurkan memperbanyak doa karena lebih dekat kepada pengabulan dari Allah Ta’ala.
Posisi pertama adalah saat sujud. Rasulullah ﷺ bersabda:
أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
“Keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Rabb-nya adalah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa.”
(HR. Muslim no. 482)
Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa hadis ini menunjukkan besarnya keutamaan sujud serta dianjurkannya memperbanyak doa, dzikir, dan permohonan kepada Allah pada saat tersebut. Jumhur ulama salaf juga memandang sujud sebagai tempat terbaik untuk menunjukkan kerendahan hati dan penghambaan seorang mukmin.
Posisi kedua adalah setelah tasyahud akhir sebelum salam. Dalam hadis sahih dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ setelah mengajarkan tasyahud bersabda:
ثُمَّ لْيَتَخَيَّرْ مِنَ الدُّعَاءِ أَعْجَبَهُ إِلَيْهِ فَيَدْعُو
“Kemudian hendaklah ia memilih doa yang paling ia sukai lalu berdoa dengannya.”
(HR. Al-Bukhari no. 5876 dan Muslim no. 402)
Ibnu Qayyim rahimahullah menerangkan bahwa waktu sebelum salam termasuk tempat doa yang paling agung dalam shalat. Sebab saat itu seorang hamba telah menyempurnakan pujian, shalawat, dan penghambaan kepada Allah, sehingga sangat layak untuk memohon kebutuhan dunia maupun akhirat.
Para ulama salaf sangat menjaga dua kesempatan ini. Mereka memperpanjang sujud dengan doa-doa penuh harap dan memanfaatkan akhir tasyahud untuk meminta ampunan, keteguhan iman, serta husnul khatimah. Bahkan sebagian mereka menangis dalam sujud karena merasakan dekatnya pertolongan Allah Ta’ala.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....