Perjalanan Alfath Dari Proyek menuju Prestasi Gemilang
- 05 Mei 2026 19:40 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Tak banyak yang menyangka bahwa perjalanan menuju dunia kampus bisa dimulai dari kerasnya pekerjaan proyek bangunan. Alfath Qornain Isnan Yuliadi adalah salah satu contoh nyata bagaimana mimpi besar bisa tumbuh dari pengalaman sederhana. Dari pekerjaan fisik yang penuh tantangan, ia kini dikenal sebagai mahasiswa berprestasi di program D4 Teknologi Rekayasa Pelaksanaan Bangunan Sipil, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada angkatan 2022 asal Klaten.
Berawal dari bangku SMK, Alfath menjadi sosok yang berbeda di antara teman-temannya. Ia menjadi satu-satunya siswa dari sekolahnya yang berhasil lolos ke UGM. Tidak hanya itu, ia juga menjadi orang pertama di keluarganya yang bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Di tengah dominasi lulusan SMA, pencapaiannya menjadi bukti bahwa jalur SMK pun memiliki peluang yang sama.
Perjalanan menuju bangku kuliah tidak mudah. Keinginannya sempat mendapat penolakan dari orang tua karena kondisi ekonomi. Alfath memahami betul situasi tersebut. Meski begitu, ia tetap teguh ingin melanjutkan pendidikan. Dengan keyakinan bahwa kuliah dapat membuka peluang lebih besar, ia akhirnya berhasil meyakinkan keluarganya.
Untuk mewujudkan mimpinya, Alfath memilih bekerja sejak kelas dua SMK. Ia ikut turun ke proyek bersama ayahnya, melakukan berbagai pekerjaan fisik demi mendapatkan penghasilan. Upah yang tidak seberapa ia kumpulkan untuk biaya pendaftaran UTBK dan kebutuhan sekolah. Di tengah kesibukan itu, ia tetap disiplin belajar di malam hari. Bahkan saat mengalami kecelakaan kerja, tekadnya tidak goyah, justru semakin kuat untuk melanjutkan langkahnya.
Memasuki dunia kampus, kehidupan Alfath pun berubah. Ia mulai aktif berorganisasi dan berani mengikuti berbagai lomba. Sejak semester tiga, ia rutin berkompetisi dan berhasil meraih sekitar 15 prestasi di tingkat nasional hingga internasional. Ia bahkan pernah menjadi finalis dalam kompetisi di Nanyang Technological University Singapura. Prestasinya ini mengantarkannya meraih penghargaan sebagai Insan Berprestasi UGM tahun 2025.
Saat ditanya tentang pencapaiannya, Alfath mengungkapkan bahwa konsistensinya mengikuti lomba menjadi kunci utama. Ia mulai aktif sejak semester tiga dan sering meraih juara hingga akhirnya dilirik oleh pihak kampus. Dalam sebuah wawancara di program Sore Ceria RRI PRO 2 FM Jakarta, Senin 4 Mei 2026, ia menjelaskan bahwa penghargaan tersebut memiliki banyak kategori, dan ia terpilih sebagai mahasiswa berprestasi.
Di tengah kesibukannya, Alfath juga tetap menjaga keseimbangan hidup dengan bermusik. Sejak SMK, ia gemar bermain gitar dan menjadikannya sebagai cara untuk melepas penat. Baginya, perjalanan ini membuktikan bahwa kerja keras dan tekad yang kuat mampu membawa seseorang melampaui batas yang ada.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....