Tadabur Surah As Sajdah Bersama Ustazah Rabiatul Adawiyah
- 04 Mei 2026 09:47 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID Jakarta - Mengawali pekan dengan penuh keberkahan, Pro 1 RRI Jakarta kembali menghadirkan program Mutiara Pagi pada Senin, 4 Mei 2026. Siaran yang berlangsung sejak pukul 05.00 WIB ini menjadi sarana bagi masyarakat Jakarta untuk memperdalam pemahaman agama melalui kajian tafsir yang mendalam namun tetap relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan kali ini, narasumber yang hadir secara virtual melalui sambungan telepon adalah Rabiatul Adawiyah, Lc., M.A. Beliau merupakan sosok praktisi pendidikan dan aktivis sosial yang menjabat sebagai Ketua Bidang Sosial Kemasyarakatan DPP Wazin, sebuah organisasi bagi para perempuan alumni Al-Azhar Mesir. Kehadiran beliau memberikan warna tersendiri dalam diskusi pagi yang sejuk ini.
Selain aktif di organisasi internasional, Rabiatul Adawiyah juga dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Nuruddin Salam yang berlokasi di Samarinda. Pengalaman beliau dalam mengasuh santri dan membina umat menjadi landasan kuat dalam membedah tema besar yang diangkat kali ini, yakni "Tadabur Surah As-Sajdah" di hadapan para pendengar setia FM 91,2 MHz.
Pada paragraf awal pembahasannya, narasumber menjelaskan bahwa Surah As-Sajdah mengandung pesan fundamental mengenai penciptaan manusia dan alam semesta. Surah ini dinamakan As-Sajdah karena adanya ayat sajdah yang memerintahkan hamba untuk bersujud, melambangkan ketundukan total serta pengakuan akan kehambaan kita di hadapan Allah SWT yang Maha Kuasa.
Lebih lanjut, Ustazah Rabiatul menyoroti pentingnya merenungkan sepertiga malam terakhir sebagaimana yang disinggung dalam surah ini. Beliau mengajak pendengar untuk mempraktikkan gaya hidup spiritual dengan menjauhkan lambung dari tempat tidur untuk berzikir dan berdoa, yang mana hal tersebut merupakan salah satu ciri dari hamba-hamba pilihan yang mendapatkan ketenangan hati.
Kajian ini juga menyentuh aspek sosial kemasyarakatan, di mana nilai-nilai ketundukan kepada Tuhan seharusnya berdampak pada karakter individu yang rendah hati. Sebagai alumni Al-Azhar, beliau menekankan bahwa tadabur Al-Qur'an tidak boleh berhenti pada bacaan semata, melainkan harus diimplementasikan dalam bentuk kepedulian sosial dan akhlak mulia terhadap sesama manusia di lingkungan sekitar.
Sebagai penutup siaran selama satu jam tersebut, narasumber memberikan kesimpulan bahwa Surah As-Sajdah adalah pengingat akan hari akhir dan pembalasan yang nyata. Dengan memahami esensi surah ini, diharapkan umat Muslim dapat lebih konsisten dalam menjalankan ibadah dan memiliki semangat untuk terus memperbaiki diri demi meraih ridha Allah baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....