Menghindari Konflik, Menjaga Kemanusiaan di Tengah Perbedaan
- 28 Apr 2026 16:09 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Konflik tidak bisa dihindari, tetapi dapat dikelola dengan empati dan nilai kemanusiaan agar tidak merusak hubungan.
RRI.CO.ID, Jakarta: Pagi itu, obrolan terasa lebih hangat dari biasanya. Bukan sekadar membahas konflik, tetapi bagaimana manusia seharusnya menyikapi konflik itu sendiri—dengan hati yang lebih jernih dan penuh kemanusiaan.
Dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Jakarta yang dipandu Presenter Farid Kurniawan, Selasa 28 April 2026, hadir Dr. H. Mulawarman Hannase, Lc., MA.Hum yang mengajak pendengar melihat konflik dari sudut pandang yang berbeda. Bukan untuk dihindari semata, tetapi untuk dikelola dengan bijak.
Menurutnya, konflik adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Perbedaan pendapat, latar belakang, hingga kepentingan sering kali menjadi pemicu. Namun, yang menjadi persoalan bukan konflik itu sendiri, melainkan bagaimana manusia meresponsnya.
Ia menekankan bahwa menjaga nilai kemanusiaan harus menjadi prioritas utama. Dalam situasi apa pun, sikap saling menghargai dan menahan diri menjadi kunci agar konflik tidak berkembang menjadi sesuatu yang merusak hubungan.
“Konflik itu wajar, tapi jangan sampai kita kehilangan nilai kemanusiaan hanya karena perbedaan,” menjadi pesan yang terasa sederhana, namun sangat dalam.
Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis, terutama di kota besar seperti Jakarta, potensi konflik bisa muncul kapan saja—di lingkungan kerja, keluarga, hingga ruang publik. Karena itu, kemampuan mengelola emosi dan memahami sudut pandang orang lain menjadi semakin penting.
Lebih jauh, ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpancing emosi, apalagi di era digital saat ini, di mana informasi dan opini bisa menyebar dengan sangat cepat. Tanpa disadari, konflik kecil bisa membesar hanya karena respons yang tidak terkontrol.
Pendekatan dialog dan empati, menurutnya, adalah jalan yang lebih bijak. Dengan membuka ruang komunikasi, konflik tidak hanya bisa diredam, tetapi juga menjadi sarana untuk saling memahami.
Pada akhirnya, menjaga kemanusiaan dalam konflik bukan hanya tentang orang lain, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga diri sendiri. Karena di balik setiap perbedaan, selalu ada ruang untuk saling menghargai dan menemukan titik temu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....