Hari Buku Sedunia Dorong Penguatan Literasi Generasi Muda
- 23 Apr 2026 18:38 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Hari Buku Sedunia menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat Indonesia. Peringatan ini dinilai semakin relevan di era digital yang serba cepat dan berbasis teknologi.
Budayawan sekaligus penulis, Dr. Salman Yoga, menilai kondisi literasi di Indonesia berada pada posisi yang beragam. Ia menyebut situasinya antara memprihatinkan karena tantangan budaya baca, namun juga membanggakan karena minat baca masyarakat sebenarnya cukup tinggi.
Menurutnya, persoalan utama bukan pada rendahnya minat membaca, melainkan pada perubahan objek bacaan. Generasi muda kini lebih banyak mengakses informasi melalui media digital yang bersifat cepat dan praktis.
“Minat baca itu tinggi, cuma masalahnya objek yang dibaca itu apa,” ujar Salman saat wawancara bersama Pro 1 Jakarta, Kamis (23 April 2026). Ia menilai pergeseran ini merupakan dampak langsung dari perkembangan teknologi komunikasi.
Salman menjelaskan bahwa kehadiran gadget dan internet memberikan kemudahan akses informasi yang sangat luas. Namun, karakter bacaan digital cenderung singkat, visual, dan tidak selalu mendalam.
Ia membandingkan bahwa buku memiliki karakter yang lebih sistematis dan fokus pada satu tema tertentu. Sementara itu, media digital lebih menekankan kecepatan dan informasi instan yang bersifat permukaan.
Dari perspektif budaya, ia menegaskan bahwa buku masih memiliki peran vital dalam menjaga dan mewariskan nilai-nilai kearifan lokal. Menurutnya, hingga saat ini belum ada media digital yang mampu menggantikan fungsi dokumentasi budaya secara menyeluruh.
“Untuk pewarisan tradisi kearifan lokal ini belum ada yang mampu mengakomodir selain buku,” tegasnya. Ia menilai buku tetap menjadi media yang paling stabil dan tahan terhadap perubahan zaman maupun teknologi.
Meski berbagai upaya seperti taman baca dan perpustakaan keliling telah dilakukan, Salman menilai dampaknya masih terbatas. Hal ini disebabkan oleh lemahnya budaya membaca yang belum terbentuk secara kuat di lingkungan masyarakat.
Ia menekankan bahwa pembentukan budaya literasi harus dimulai dari keluarga, lingkungan, dan kebiasaan sehari-hari. Selain itu, diperlukan dukungan kebijakan pemerintah serta kampanye literasi yang berkelanjutan agar membaca menjadi gaya hidup generasi muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....